Logo Header Antaranews Jateng

Produktivitas pangan di Jateng capai target nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 22:50 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengoperasikan mesin panen padi (combine harvester) saat memimpin panen raya bersama jajaran dan Forkopimda Provinsi. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng.)

Semarang (ANTARA) - Produktivitas pangan di Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 berhasil memenuhi target dari pemerintah pusat, sekaligus menjadi langkah awal untuk meneguhkan provinsi ini sebagai penumpu pangan nasional.

"Pemerintah pusat menargetkan Jateng bisa memproduksi sebanyak 11 juta ton padi gabah kering panen (GKP). Untuk jumlah produktivitasnya sudah terpenuhi dari yang ditargetkan itu," kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam keterangan resmi yang diterima di Semarang, Sabtu.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, produktivitas padi hingga November 2025 mencapai 11,38 juta ton GKP atau setara dengan 9,4 juta ton gabah kering giling (GKG).

Produktivitas itu berasal dari luas tanam padi di Jateng sekitar 2,03 juta hektare dengan luas panen 1,67 juta hektare. Jumlah tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai tiga besar kontributor beras nasional.

Sementara produktivitas jagung di Jateng sepanjang 2025 mencapai 3,84 juta ton dengan luas panen 612.373 hektare, menjadi kontributor terbesar kedua nasional. Selanjutnya produktivitas kedelai mencapai 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare dan menjadi kontributor terbesar nasional.

Data tersebut, lanjut Luthfi, menjadi pijakan yang bagus untuk menghadapi tantangan 2026. Capaian pangan ini juga sekaligus untuk menyongsong swasembada pangan nasional.

Apalagi, lanjutnya, sebagaimana peta jalan (roadmap) pembangunan di Jateng, pada 2026 provinsi ini ditargetkan mampu swasembada pangan dan menjadi penumpu pangan nasional.

"Kita harapkan tahun 2026 produktivitas kita meningkat," ujarnya.

Guna mendukung peningkatan produktivitas tersebut, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian juga sudah digenjot, sejak 2025. Sedangkan untuk menjaga luas lahan pertanian di Jateng agar tidak diubah peruntukannya, maka upaya berkolaborasi dengan kabupaten/kota terus ditingkatkan.

Pimpinan Wilayah Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil Jawa Tengah–DIY Sri Muniati memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya aman hingga Juni 2026. Bulog mencatat stok beras di Jateng mencapai 339.094 ton, sehingga cukup hingga Juni 2026.

Sementara, realisasi pengadaan setara beras sepanjang 2025 tercatat sebesar 397.905 ton atau 100,3 persen dari target yang ditetapkan.

"Masyarakat tidak perlu cemas atau panik karena ketersediaan sangat cukup dan harganya relatif stabil," ujar Sri Muniati.

Ia mengakui penyerapan hasil panen tidak dapat dilakukan Bulog sendiri, namun membutuhkan dukungan lintas sektor. Bulog membutuhkan koordinasi dengan dinas-dinas di Provinsi Jateng, serta dukungan aparat seperti TNI dan Polri guna memperkuat penyerapan, agar produksi dan panen di Jateng dapat diserap secara maksimal oleh Jateng sendiri.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026