Magelang, Antara Jateng - Para mahasiswa yang menjalani pendidikan di Universitas Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah, dituntut menerapkan berbagai prinsip riset dalam dunia perkuliahan sesuai dengan visi perguruan tinggi negeri itu, kata Rektor Untidar Cahyo Yusuf.
"Sesuai dengan visi Untidar, yaitu universitas berbasis riset dalam mengembangkan iptek dan kewirausahaan, mahasiswa dituntut menerapkan prinsip-prinsip riset, khususnya dalam dunia perkuliahan," katanya di Magelang, Jumat.
Ia mengatakan hal itu terkait dengan penyerahan bantuan Bidikmisi 2016 kepada 180 mahasiswa Untidar. Secara simbolis bantuan diserahkan Rektor Cahyo Yusuf kepada Mistiyah (Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi) dan Afif Nuur Hidayat (Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik).
Sebagian besar kendala yang dihadapi mahasiswa, katanya, pada tahap penyelesaian tugas akhir atau penyusunan skripsi karena lemahnya mereka dalam riset.
Mahasiswa, katanya, umumnya belum memahami dengan baik atau baru pertama melakukan riset saat penyusunan skripsi.
"Sehingga berkali-kali harus melakukan revisi yang berakibat pada molornya waktu lulus atau wisuda," katanya.
Ia mengatakan kesempatan belajar tentang riset bagi mahasiswa Untidar dapat dimulai dengan mengikuti berbagai program kemahasiswaan, antara lain Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), dan Program Hibah Bina Desa (PHBD).
Terkait dengan beasiswa Bidikmisi 2016, Ketua Panitia Bidikmisi Untidar Yulia Eko Susilowati mengatakan setiap mahasiswa penerima beasiswa itu mendapatkan enam juta rupiah setiap semester, yakni untuk biaya uang kuliah tunggal (UKT) Rp2,4 juta dan sisanya Rp3,6 juta sebagai biaya hidup.
"Untuk biaya hidup melalui rekening bank yang sudah ditentukan," katanya.
Ia mengatakan mahasiswa penerima Bidikmisi wajib meraih atau mempertahankan indeks prestasi kumulatif 3,0.
Pada tiga semester awal, katanya, jika mahasiswa tidak dapat memenuhi kriteria itu, beasiswanya dicabut dan dialihkan kepada mahasiswa lainnya.
Selain itu, katanya, mahasiswa yang aktif berorganisasi dan kegiatan kemahasiswaan lainnya mendapat poin tersendiri dalam penentuan beasiswa tersebut.
Koordinator Bidikmisi Untidar David Budhi Hartono mengatakan bantuan biaya hidup diberikan secara triwulan pada September dan Desember untuk semester ganjil, serta Maret dan Juni untuk semester genap.
"Mahasiswa juga perlu memperhatikan ketentuan lain yang dapat menyebabkan dicabutnya Bidikmisi mereka, seperti menikah, cuti, 'drop out', dan nonaktif," katanya.

