"Setiap hendak membeli buku LKS, sebaiknya diteliti dan dibaca secara seksama guna memastikan materi yang ada memang layak untuk anak-anak SD," katanya di Kudus, Kamis, menanggapi beredarnya buku LKS Bahasa Jawa yang berisi materi tidak layak dibaca oleh siswa SD.
Ia mengaku belum membaca isi LKS Bahasa Jawa yang diinformasikan terdapat materi yang tidak layak dibaca oleh siswa SD.
Akan tetapi, kata dia, untuk menghindari kasus serupa, sekolah memang harus selektif memilih LKS. "Jangan sampai, setelah lama menggunakan LKS tersebut sekolah baru mengetahuinya," ujarnya.
Buku ajar Bahasa Jawa yang dianggap tidak layak dibaca untuk anak-anak sekolah dasar dan sederajat, telah beredar di Kudus.
Salah satu lembar pada buku LKS Bahasa Jawa yang diterbitkan CV Sindunata, terutama pada halaman empat dan lima berisi dialog.
Isi percakapan pada halaman lima yang berjudul "Resepe Simbah" itu, digambarkan ada seorang pemuda bernama Glendhoh bertanya kepada kakek yang sedang duduk di teras terkait resep awet muda.
Kakek yang bernama Klithuk menjawab resep awet muda dengan cara "nyimeng" (menghisap ganja), ngombe (diasumsikan minum minuman keras) dua botol dan merokok dua bungkus dalam sehari.
Pada sambul buku ajar yang bernama Fokus dan dikeluarkan oleh CV Sindunata, Sukoharjo, Surakarta itu terdapat tulisan kurikulum terbaru, terintegrasi pendidikan karakter, acuan pengayaan dan sesuai SK Gubernur Jateng nomor 423.5/5/2010.
Kepala SD Negeri 1 Barongan, Rusmadi mengakui, siswa kelas III menggunakan LKS yang di dalamnya terdapat dialog tidak layak dibaca siswa SD.
LKS Bahasa Jawa tersebut, kata dia, untuk semester satu yang dimulai Juli 2012 dan akan berakhir pada Desember 2012.
"Kami baru mengetahui di dalam LKS tersebut ternyata ada materi yang tidak layak dibaca untuk siswa SD," ujarnya.

