Magelang (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang, Jawa Tengah, mendorong masyarakat gemar membaca dalam kegiatan temu wicara pembudayaan gemar membaca di Aula Perpustakaan Kota Magelang.
Kepala Disperpusip Kota Magelang Nurwiyono di Magelang, Kamis, menyampaikan indikator Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Magelang mencapai 88,45 persen, tertinggi di Jawa Tengah, sedangkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sudah menyentuh angka 100.
"Capaian ini tidak lepas dari dukungan semua pihak. Mudah-mudahan bisa terus dipertahankan," katanya.
Kegiatan ini, lanjut dia, merupakan bagian dari rangkaian Pekan Kunjungan Perpustakaan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kunjung Perpustakaan setiap 14 September dan Bulan Gemar Membaca.
Adapun temu wicara yang mengusung tema “Literasi untuk Meraih Mimpi” ini menghadirkan narasumber Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, perwakilan DPRD Kota Magelang, serta penulis muda nasional J.S. Khairen.
Acara diikuti pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, duta baca, hingga masyarakat umum. Selain itu kegiatan juga meliputi pelatihan literasi, termasuk bagi penyandang disabilitas.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi, kecintaan pada buku, serta peningkatan jumlah kunjungan ke perpustakaan," katanya.
Kegiatan tersebut, lanjut dia, juga diharapkan memperkuat kemitraan antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, dalam meningkatkan kualitas literasi di Kota Magelang.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan itu dan menilai tema yang diangkat mengandung makna mendalam.
"Literasi tidak hanya sekadar membaca kata-kata, tetapi juga membaca kehidupan, membaca peluang, dan membaca masa depan. Dengan literasi, kita memperluas wawasan sekaligus menemukan jalan untuk mewujudkan mimpi," katanya.
Ia menegaskan membangun budaya membaca bukan hal mudah, terlebih di tengah derasnya arus digitalisasi.
"Dengan membaca, mengikuti talk show, dan kegiatan literasi ini, diharapkan anak-anak bisa mengurangi ketergantungan pada gadget. Membaca melatih kita fokus, berpikir kritis, dan memahami sesuatu secara mendalam," katanya.

