Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan Palang Merah Indonesia (PMI) telah menjadi teladan kepedulian masyarakat, jauh sebelum pemerintah kota setempat merumuskan program unggulan dalam klaster "Magelang: Kita Peduli".
"PMI memiliki mandat mulia untuk meringankan penderitaan sesama tanpa membedakan suku, agama, ras, bangsa, maupun pandangan politik,” katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Kamis.
Ia mengatakan hal itu pada acara pengukuhan Panitia Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang Tahun 2025 sekaligus mencanangkan dimulai kegiatan Bulan Dana PMI di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Rabu (27/8). Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2025 Kota Magelang, adalah Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil.
Damar menyoroti kiprah nyata PMI Kota Magelang yang konsisten dalam pelayanan, mulai dari layanan ambulans darurat, aksi donor darah rutin, hingga penerjunan relawan dalam penanganan bencana, baik di Kota Magelang maupun wilayah sekitarnya.
“Bulan Dana PMI jangan dimaknai sebagai pungutan wajib. Ini adalah kesempatan mulia untuk menumbuhkan kepedulian. Dana yang terhimpun nantinya akan dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para relawan PMI karena menjadi pejuang kemanusiaan.
Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kota Magelang 2025 Evin Septa Haryanto Kamil mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan yang akan berlangsung mulai 1 September hingga 30 November 2025.
Ia menyebut Bulan Dana PMI sebagai wadah kepedulian sosial.
"Meski demikian, kami menekankan agar panitia tetap mengedepankan asas sukarela dari pihak manapun yang memberikan bantuan,” ujarnya.
Ia menyebut target donasi Bulan Dana PMI Kota Magelang 2025 ditetapkan Rp800 juta. Pada tahun sebelumnya, donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp1,7 miliar.
Sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, katanya, salah satu dukungan terhadap PMI berasal dari donasi masyarakat yang tidak mengikat.
Ia menjelaskan dana yang terhimpun akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kemanusiaan, antara lain penanganan korban bencana, pertolongan pertama pada kecelakaan, pelayanan kesehatan, pendidikan melalui Palang Merah Remaja, pembinaan Korps Sukarela PMI di perguruan tinggi, serta kebutuhan operasional PMI.

