Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berharap keberadaan rumah sakit swasta seperti Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia dapat menjadi salah satu alternatif pelayanan kesehatan di daerah karena kondisi rasio antara kebutuhan tempat tidur (bed) dengan jumlah warga yang belum seimbang.
"Sekarang ini, masih kekurangan untuk rasio antara kebutuhan bed dengan jumlah warga. Oleh karena itu, kami berharap RS QIM menjadi salah satu pilihan terbaik bagi warga untuk mendapat layanan kesehatan yang baik," kata Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Rabu.
Usai acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Direktur Rumah Sakit QIM, ia mengatakan bahwa pihaknya memastikan akan memberikan dukungan pada RS QIM baik dari sisi perizinan, kemudahan investasi, dan lain sebagainya.
Berdasar data, kata dia, rata-rata ada sekitar 50 ribu per tahun baik itu rawat inap, rawat jalan, maupun yang menggunakan biaya mandiri, serta asuransi.
"Totalnya ada sekitar 50 ribu sampai 70 ribu per tahun, itu yang harapannya bisa mendapatkan fasilitas terbaik di daerah," katanya.
Pihaknya juga sudah menetapkan Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage), yaitu masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis di rumah sakit.
"Oleh karena itu, kami berharap UHC ini bisa dimanfaatkan di rumah sakit, meskipun bisa juga dimanfaatkan di kota-kota yang lain," katanya.
Faiz Kurniawan mengatakan dengan semakin banyaknya layanan dan fasilitas kesehatan maka ekosistem masyarakat untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik dapat ditunjang dengan adanya fasilitas kesehatan ini.
"Kualitas hidup itu sangat ditentukan oleh fasilitas pendidikan kesehatan dan juga fasilitas untuk belanja," katanya.*
Baca juga: Pemkab Batang sasar talasemia lakukan Cek Kesehatan Gratis

