Batang (ANTARA) -
PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pemilik pembangkit listrik tenaga uap Batang, Jawa Tengah, melanjutkan penanaman mangrove di sepanjang kawasan pesisir Roban Timur, Kecamatan Subah.
Chief Operating Officer BPI Naofumi Yasuda di Batang, Jumat, mengatakan bahwa pentingnya pemilihan jenis mangrove spesifik untuk daerah tersebut.
"BPI secara khusus memilih jenis Avicennia dan Rhizophora untuk memperkaya keragaman spesies mangrove yang telah ada di wilayah Kabupaten Batang," katanya.
Komitmen PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) dalam pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan pesisir Dukuh Roban Timur, Desa Sengon, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari inisiatif perusahaan bertajuk "Bhimasena Lentera Lingkungan" yang berfokus pada pemulihan dan keberlanjutan ekosistem pantai.
Kolaborasi menjadi kunci pelaksanaan program ini. BPI bekerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Pekalongan, Pemerintah Desa Sengon, serta mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang.
Penanaman dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan karakteristik substrat pesisir setempat guna memaksimalkan tingkat keberhasilan tumbuh kembang tanaman.
Menurut dia, keunggulan masing-masing jenis Avicennia dikenal kemampuannya menyerap nutrisi berlebih dan menekan tingkat polusi perairan sedang sistem perakaran Rhizophora yang kokoh sangat efektif dalam menahan abrasi dan menjaga stabilitas garis pantai.
Inisiatif penghijauan pesisir ini secara strategis selaras dengan program besar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah "Mageri Segoro" (Mangrove Lestari Segoro Jawa Tengah).
Naofumi Yasuda mengatakan program pemerintah daerah tersebut menjadi landasan dan acuan bagi BPI dalam merancang serta melaksanakan kegiatan penanaman mangrove terutama melalui kemitraan dengan Cabang Dinas Kehutanan IV Pekalongan.
Kepala Cabang Dinas Kehutanan IV Pekalongan Gunawan menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terbangun antara BPI, Pemprov Jawa Tengah, dan instansinya.
"Kerja sama multipihak seperti ini sangat vital dalam upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir yang rentan," katanya.
Ia mengatakan manfaat penanaman mangrove bersifat multifungsi yaitu ekologis dan mangrove memberikan nilai tambah ekonomi.
"Masyarakat dapat memanfaatkan kawasan ini untuk budi daya perikanan berbasis ekosistem yang dapat meningkatkan pendapatan. Keberadaannya juga menciptakan habitat baru bagi beragam flora dan fauna dan memperkaya keanekaragaman hayati pesisir," katanya.

