Pantau penyaluran BST di Jateng, Mensos minta jangan untuk membeli rokok

id mensos pantau BST

Pantau penyaluran BST di Jateng, Mensos minta jangan untuk membeli rokok

Menteri Sosial Juliari P. Batubara saat memantau penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Regional IV Jalan Sisingamangaraja, Semarang. ANTARA/Wisnu Adhi

Semarang (ANTARA) - Menteri Sosial Juliari P. Batubara memantau langsung penyaluran bantuan sosial tunai (BST) secara bertahap kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kota Surakarta, Kamis.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Mensos berkesempatan memantau proses pendistribusian BST bagi KPM di Kantor Pos Regional IV Jalan Sisingamangaraja, Semarang Selatan, dengan didampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19.

Mensos berharap BST sebesar Rp600 ribu itu dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh KPM untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Wali Kota Magelang pastikan BST diterima utuh warga terdampak COVID-19

"Jangan digunakan untuk membeli rokok ya, gunakan untuk beli kebutuhan pokok dan kebutuhan lain yang penting," pesan Mensos.

Mensos menjelaskan secara nasional ada sekitar 8 juta KPM dan saat ini sudah mendekati 5 juta KPM yang sudah menerima BST dengan target penyaluran selesai pada hari Sabtu pekan ini.

"Jumlah penerima BST di Kota Semarang 114 ribu KPM, dalam waktu satu hingga dua hari akan selesai atau sebelum Lebaran bisa tersalurkan," ujarnya.

Terkait dengan target waktu penyaluran BST, Mensos meminta jajaran PT Pos Indonesia meningkatkan kinerjanya.

"Untuk PT Pos gak ada Lebaran-lah pokoknya, kerja terus sampai malam (dalam menyalurkan BST, red) untuk membantu masyarakat memastikan bahwa saudara-saudara yang berhak menerima BST ini bisa mendapatkan atau menggunakan uang tersebut mungkin untuk keperluan Lebaran," katanya.

Menurut Mensos, BST tersebut melengkapi bagi warga yang belum "tercover" bantuan lain dari pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19, meskipun diakui tidak mudah untuk mengontrol agar bantuan tepat sasaran dan tidak ganda.

Baca juga: Pemkab Purbalingga buka layanan aduan bansos tunai
Baca juga: Jumlah penerima BST di Pati belum sesuai usulan
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar