Kalbe dukung pariwisata olahraga melalui turnamen futsal

id Kalbe, hydro Coco, turnamen futsal

Kalbe dukung pariwisata olahraga melalui  turnamen futsal

Perwakilan PT Kalbe Farma, Federasi Futsal Indonesia, Hydro Coco dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di sela turnamen futsal di GOR Sritex Arena Solo (Foto: ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) -
PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berupaya mendukung "sport tourism" atau pariwisata olahraga melalui turnamen futsal yang diselenggarakan di GOR Sritex Arena Surakarta.

"Kami melalui produk Hydro Coco menggelar 'Hydro Coco Cup National Futsal Tournament' (HCNFT) ingin ikut berkotribusi untuk Indonesia yang lebih sehat khususnya generasi muda dengan usia di bawah 18 tahun," kata Head of Kalbe Beverages PT Kalbe Farma Tbk Ronald Unadi di Solo, Sabtu.

Ia mengatakan kompetisi tersebut bertujuan mengajarkan para siswa supaya bermain lebih sportif melalui kegiatan positif, berprestasi, dan menjauhi hal-hal yang negatif.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Haryanto mengatakan perhelatan futsal ini menjadi bagian penting bagi dunia pariwisata.

"Sangat erat relevansinya, apalagi pada turnamen ini pesertanya kaum milenial. Pariwisata lebih dari 50 persen ada di tangan milenial dan 'sport tourism' (pariwisata olahraga, red) adalah bagian dari nadinya sektor pariwisata," katanya.

Ia mengatakan salah satu unsur penilaian suksesnya pariwisata adalah anak muda yang sehat dan kuat karena event keolahragaan adalah daya tarik pariwisata.

"Pariwisata sebagai core ekonomi bangsa. Sektor pariwisata adalah penyumbang terbesar devisa negara dan sejauh ini Hydro Coco merupakan mitra co-branding yang sangat aktif. Harapannya ke depan kolaborasi dapat makin erat," katanya.

Sementara itu, Sekjen Federasi Futsal Indonesia Edhi Prasetyo mengatakan amanah yang diemban oleh federasi tersebut adalah mengembangkan dan meningkatkan futsal Indonesia.

"Ada kesempatan ini (kerja sama dengan Hydro Coco, red) masa' ditolak. Namanya olah raga sangat rumit. Kalau ingin prestasi harus ada 'effort' luar biasa," katanya.

Ia mengatakan untuk bisa berprestasi maka futsal tidak bisa hanya mengandalkan pemain yang ada tetapi harus ada regenerasi.

"Di sini pembinaan pemain usia muda menjadi penting dilakukan. Harapannya bisa membawa nama Indonesia ke panggung dunia sejalan dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengembangkan 'sport tourism'. Harapannya juga futsal Indonesia bisa menjadi kiblat dunia di kemudian hari," katanya.
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar