Boyolali (ANTARA) - Sebanyak 20 desa dari Kecamatan Musuk dan Tamansari mengikuti kegiatan bazar produk inovatif guna mencari potensi desa unggulan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Musuk menggelar kegiatan bazar produk inovatif tersebut guna menggali potensi unggulan desa dari para peserta, kata Ketua TPID Kecamatan Musuk Boyolali, Noko Ali, di sela acara bazar di Aula Desa/Kecamatan Musuk, Boyolali, Senin.
Menurut Noko Ali, kegiatan bazar produk desa unggulan tersebut yang pertama kali digelar di tingkat kecamatan, sedangkan tingkat Kabupaten Boyolali sudah kedua kalinya.
"Ada tiga program unggulan utama dan empat unggulan inovatif 2019 ini. Kami berharap kegiatan ini, menjadi program embrio pada 2020 mendatang," kata Noko.
Dia mengatakan program unggulan yang dimiliki di Kecamatan Musuk Boyolali antara lain Paud Inklusi Tersenyum dari Desa Ringin Larik, produksi bunga mawar, sanggar wayang talang, Desa Wisata di Cluntang, dan bio gas di Desa Musuk ini, menjadi salah satu desa unggulan inovatif.
Menurut dia, dengan melalui dana desa yang dianggarkan dari Pemerintah Pusat, setiap desa di Kecamatan Musuk atau di Kabupaten Boyolali dapat memprogramkan sebagai desa inovatif.
"Setiap desa seharusnya dapat menganggarkan melalui dana desa untuk menggali potensi daerahnya masing -masing untuk lebih kreatif," katanya.
Selain itu, kata dia, dengan kegiatan bazar produk andalan melalui kegiatan menggali desa inovasi tersebut dapat mendukung daerah inovatif di Kecamatan Musuk.
"Kami berharap setiap desa memiliki komitmen mengali potensi daerahnya, dan memperkuat usaha kecil menengah (UKM) di wilayahnya masing masing," katanya.
Dia mengatakan setiap desa selama ini, sebenarnya memilik berbagai potensi unggulan yang dapat digali. Namun, desa sendiri belum banyak teranggarkan, sehingga bagaimana untuk menggali potensi di daerahnya sebagai desa inovatif.

