Dennis "si raja time trial" mundur tanpa ungkap alasan

id Rohan Dennis,Tour de France

Dennis

Pebalap sepeda Belgia Rohan Dennis (AFP)

Jakarta (ANTARA) - Pebalap Australia Rohan Dennis menyebut pengunduran dirinya yang tiba-tiba dari Tour de France sebagai "keputusan yang tepat" padahal itu diambilnya menjelang lomba nomor time-trial Jumat ini yang merupakan nomor di mana dia menjadi juara dunia. Dennis tak mengungkapkan alasan pengunduran dirinya yang tiba-tiba itu.

Dennis menjadi juara dunia time trial jalan raya di Innsbruck pada November 2018 setelah mengalahkan pebalap Belanda Tom Dumoulin dan pemegang rekor dunia satu jam pebalap Belgia Victor Campenaerts.

Pebalap berusia 29 tahun dari Adelaide itu juga menjuarai time-trial pada Tour de Suisse bulan lalu dan urutan kedua klasemen di bawah pebalap Kolombia Egan Bernal.

Pebalap Bahrain Merida itu melemparkan handuk pada awal lomba di Peyresourde yang merupakan tanjakan pertama dari dua tanjakan dalam Etape 12, Kamis waktu setempat, setelah dia berusaha keras melepaskan diri dari rombongan sejak awal.

Dennis merilis pernyataan Kamis malam waktu Prancis bahwa dia tidak mengungkapkan alasan mengapa mundur pada Etape 12, tapi menegaskan bahwa alasan itu bukan karena soal fisik.

Baca juga: Simon Yates menangi Etape 12, Alaphilippe masih pimpin klasemen

"Saya sangat kecewa meninggalkan balapan pada titik ini," kata Dennis yang memenangi semua dari tiga etape Grand Tours.

"Time-trial perseorangan besok (Jumat) sudah menjadi tujuan besar saya dan tim, tetapi berdasarkan perasaan saya sekarang, adalah keputusan yang tepat mundur hari ini. Saya mendoakan rekan-rekan satu tim saya mencapai yang terbaik pada sisa balapan dan menghaturkan terima kasih kepada para penggemar Tour de France yang menyemangati saya, di dalam negeri maupun di jalan raya, sejak di Brussels."

"Saya berharap kembali berkompetisi kembali dalam balapan agung ini pada musim-musim mendatang."

Gorazd Stangelj, direktur olah raga tim Bahrain Merida, sudah membujuk Dennis untuk terus membalap.

"Dia jenis orang yang ingin segalanya 100 persen dan bukan perkara mudah punya segalanya 100 persen sepanjang waktu," kata Stranjelj. "Dia orang istimewa, katakanlah, semua juara di sini."

Lihat juga: Etape ke-12 Tour de France
 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar