Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo di Wonosobo, Senin, mengatakan untuk mengantisipasi berbagai kondisi terkait membeludaknya pengunjung, pihaknya mengundang dinas dan instansi terkait agar dicapai kesepahaman.
Jumlah pengunjung Dieng pada hari biasanya hanya dalam kisaran ratusan.
"Kami berupaya mengantisipasi banyak hal yang kemungkinan bisa terjadi, agar sepanjang liburan di Wonosobo masyarakat tetap merasakan kenyamanan," ucapnya.
Selain mengantisipasi kemacetan yang kemungkinan besar dapat terjadi di jalan menuju Dieng, dalam rapat koordinasi bersama Disbudpar Kabupaten Banjarnegara di "Rest Area" Kampung Dieng, Siwuran, Garung tersebut dibahas pula langkah-langkah strategis demi memberi kenyamanan pada pengunjung.
"Kami berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa pemangku kawasan Wisata," imbuhnya.
Ia menuturkan pihak desa seperti Desa Dieng yang memiliki lahan di halaman balai desa dilibatkan untuk kantong parkir.
"Selain Dieng, Desa Tieng juga kami minta menyiapkan halaman balai desa agar sewaktu-waktu ada kendaraan pengunjung yang hendak istirahat bisa digunakan," tambahnya.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, Agus juga mengaku akan menyiapkan mobil pemadam kebakaran di sekitar Dieng.
"Mobil pemadam kebakaran kami siapkan, apabila sewaktu-waktu ada kendaraan terbakar di tengah jalan sudah siap," tegasnya.
Kesiapan untuk mengantisipasi melubernya pengunjung Dieng juga disampaikan Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Winarsono.
Menurut dia pihaknya juga bersiap menyambut kedatangan para pelancong. Jalur yang disiapkan dari Banjarnegara antara lain melalui Kecamatan Pagentan.
Camat Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Supriyadi juga mengaku siap mengatasi kemacetan jalur Dieng sehubungan meningkatnya kunjungan wisatawan.
"Kami siapkan halaman kecamatan sebagai rest area bagi pengunjung yang merasa perlu beristirahat sebelum atau setelah ke kawasan Dieng," katanya.

