Sempat Dapat Perlawanan, PN Surakarta Eksekusi Rumah Warga

id eksekusi rumah warga

Sempat Dapat Perlawanan, PN Surakarta Eksekusi Rumah Warga

Petugas Pengadilan Negeri Surakarta didukung anggota Polres setempat saat mengeksekusi rumah warga di Jalan Parangkusumo, RT 003/RW 001, Sondakan, Laweyan, Solo, Kamis (7/12). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)

Solo, ANTARA JATENG - Petugas Pengadilan Negeri Surakarta dengan penjagaan ketat dari kepolisian mengeksekusi rumah milik Ifan Ismarwanto di Jalan Parangkusumo, RT 003/RW 001, Sondakan, Laweyan, Solo, Kamis, meski sempat mendapat perlawanan warga dan kuasa hukumnya.

Puluhan petugas PN Surakarta setelah membacakan putusan pengadilan di depan rumah Ifan Ismarwanto, langsung melakukan upaya paksa masuk, tetapi sempat dihadang-hadangi penasihat hukum Poppi Irawati mantan istri pemilik rumah, M. Badrus Zaman, bersama sejumlah warga saat menerobos masuk rumah saat proses eksekusi.

Petugas juru sita PN sempat memanas dengan penasihat hukum Poppi Irawati, keduanntya sempat cekcok, tetapi petugas keamanan dari Polres Kota Surakarta yang disiagakan di lokasi langsung memberikan keamanan dan suasana menjadi dingin di kedua belah pihak.

Menurut juru sita PN Surakarta, Punjung Ari Wibowo, proses eksekusi rumah di Jalan Parangkusumo Tegalrejo Sondakan Solo tersebut sudah sesuai dengan hukum yang ada. Pemenang lelang sudah mengajukan permohonan eksekusi disertai dengan bukti hasil lelang.

Menurut Punjung Ari Wibowo jika soal yang mempunyai rumah mengajukan perlawanan itu berbeda dan tidak masalah karena sudah lelang. Jika nanti yang mengajukan perlawanan menang akan tetap dieksekusi.

Menurut dia, proses eksekusi tetap dilaksanakan meski sempat mendapatkan perlawanan. Puluhan petugas PN diturunkan untuk mengeluarkan barang-barang yang masih ada di dalam rumah milik Ifan.

PN melakukan eksekusi tersebut karena rumah yang masih dihuni tersebut sudah dilelang oleh Bank BRI, karena Ifan selaku pemilik rumah telah menggunakan rumah seluas 113 meter persegi itu sebagai anggunan untuk pinjaman senilai lebih kurang Rp700 juta.

Menurut penasihat hukum Poppi Irawati, M. Badrus Zaman, Ifan mempunyai utang di Bank BRI lebih kurang empat tahun sebelumnya, tetapi enam bulan terakhir ini, dia macet setoran kreditnya dan akhirnya rumah ini dilelang oleh bank dimenangkan oleh Pujiono Elli Bayu Efendi seharga Rp500 juta.

Namun, kata Badrus Zaman, pihaknya menolak dilakukan eksekusi lantaran mantan istri Ifan, yakni Poppi Irawati, melakukan perlawanan mengajukan tuntutan ke PN, karena rumah itu, termasuk rumah gono-gini.

"Pihak ketiga yakni mantan istri Ifan, Poppi Irawati mengajukan perlawanan terhadap perkara ini, dan sekarang proses dua kali persidangan," katanya.

Menurut Badrus Zaman, jika masih ada proses hukum yang sedang berjalan, seharusnya eksekusi ditunda untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Rumah ini, harta gono gini sehingga yang memiliki hak bukan hanya Ifan, tetapi juga mantan istrinya Poppi.

"Kami juga menilai lelang yang dilakukan oleh Bank BRI Kantor Cabang Slamet Riyadi melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (PKNL) tidak wajar. Harga yang dilelang jauh di bawah nilai appraisal. Empat tahun lalu appraisal rumah ini sudah mencapai Rp800 juta," kata Badrus.

Petugas PN dengan membawa tiga truk untuk mengangkut barang-barang penghuni rumah dan kemudian dipindahkan ke rumah kontrakan yang sudah disiapkan untuk menampung milik Ifan itu.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar