Jasa Marga Optimistis Penerapan Nontunai Bakal Sukses

Pewarta : id Jasa Marga, Nontunai, Sukses

Pengguna e-toll saat melakukan transaksi di gerbang tol. (ANTARA FOTO/Lucky R)

Semarang, ANTARA JATENG - Perseroan Terbatas Jasa Marga Cabang Semarang optimistis penerapan transaksi nontunai di semua gerbang tol yang ada di wilayah kerjanya mulai Oktober 2017 terlaksana dengan lancar.

"Kemajuan penerapan sistem transaksi nontunai belum mencapai 50 persen, namun kami tetap optimistis," kata Deputi General Manager Operasi Jasa Marga Cabang Semarang Aprimon di Semarang, Rabu.

Hal tersebut diungkapkannya usai Focus Group Discussion (FGD) bertema "Transaksi Nontunai Bagi Pengguna Alat Transportasi" yang berlangsung di Hotel Horison Semarang.

Ia mengatakan Jasa Marga bersama kalangan perbankan terus melakukan persiapan, termasuk alat pembayaran, serta layanan isi ulang kartu sehingga lebih memudahkan pengguna jalan tol.

"Peralatan untuk membaca kartu sangat diperlukan. Kalau alatnya tidak bisa kan susah. Bahkan, nanti ada yang bisa membaca semua kartu bank yang ditunjuk oleh Bank Indonesia,," katanya.

Nantinya, kata dia, masyarakat bisa melakukan "top up" atau isi ulang kartu nontunai dari seluruh perbankan di semua tempat sebagaimana sistem Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bersama.

Untuk uji coba, kata dia, Jasa Marga akan menerapkan sistem transaksi nontunai di sejumlah gerbang tol, yakni Gerbang Tembalan, Gayamsari, Muktiharjo, Manyaran, dan Banyumanik.

"Sebanyak 18 gerbang lainnya yang masih menggunakan sistem tunai dalam pembayarannya segera menyusul diubah menjadi gerbang tol otomatis (GTO) yang bisa dilewati semua golongan kendaraan," katanya.

Diakuinya, selama ini banyak waktu yang terbuang dengan transaksi tunai di gerbang tol, mulai menerima pembayaran, memastikan uang yang dibayarkan pas, hingga menghitung uang kembalian.

Namun, Aprimon memastikan para petugas di gerbang tol yang selama ini melayani pembayaran tunai tidak akan diberhentikan, melainkan dialihtugaskan ke unit-unit kerja yang lain.

"Ya, misalnya menjual kartu nontunai di gardu-gardu tol, atau di unit pemeliharaan. Pengguna jalan tol juga terus naik, dari semula 120 ribu kendaraan/hari menjadi 150 ribu kendaraan/hari," pungkasnya.

Sementara itu, Regional Transaction and Consumer Head Bank Mandiri Region VII Jawa II Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Zedo Faly menyebutkan transaksi nontunai di ruas tol di Jateng terus meningkat.

Setidaknya, kata dia, sejak Januari hingga Juli 2017 mencapai Rp90 miliar dan diperkirakan hingga Desember mendatang bisa mencapai Rp270 miliar sehingga total tahun ini bisa sampai Rp360 miliar.

"Kami optimistis transaksi nontunai di semua ruas tol di Jateng bakal naik 200 persen hingga akhir tahun ini, setelah transaksi nontunai diberlakukan mulai Oktober mendatang," katanya.

Sejak Januari-Juli 2017, kata dia, Bank Mndiri telah mengeluarkan setidaknya 13.550 kartu pembayaran nontunai tol untuk kebutuhan di Jateng, dan Agustus 2017 bertambah lagi sebanyak 8.561 kartu.

"Jumlah kartu nontunai itu hanya yang terjual di kantor-kantor cabang Bank Mandiri di wilayah Jateng. Belum termasuk yang disediakan di sejumlah toko ritel dan gerbang-gerbang tol," katanya.
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar