"Pemilu menjadi ruang yang menunjukkan kekuasaan rakyat atas elitnya, sehingga mereka harus memanfaatkannya melalui partisipasi aktif dalam setiap tahapan pesta demokrasi," katanya di Magelang, Sabtu.
Kanthi yang pengajar sosiologi Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Magelang itu mengemukakan hal saat menjadi narasumber temu warga di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang terkait dengan lanjutan sosialisasi pemilu di daerah itu yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang.
Ia membenarkan bahwa sebagian kalangan masyarakat menanggapi Pemilu 2014 dengan sikap sinis dengan alasan, antara lain masalah administrasi kependudukan yang hingga saat ini masih perlu dibenahi agar akurasi daftar pemilih tetap tidak diragukan.
Selain itu, katanya, legislatif dianggap jarang memberikan kabar baik ke ruang publik, banyak partai politik tidak menangani secara serius sistem rekruitmen calon anggota legislatif, dan publik menganggap tidak perlu mengikuti pemilu kalau sistem kepartaian selama ini tidak bisa mengubah nasib bangsa.
Ia mengemukakan pentingnya penyelenggara pemilu bekerja sama dengan pihak terkait, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, untuk mengupayakan akurasi data kependudukan yang masuk daftar pemilih tetap, guna kepentingan pesta demokrasi.
Selain itu, katanya, pentingnya partai politik merekrut caleg yang memang teruji dan layak mengemban amanat rakyat.
"Kalau tidak demikian, ini sama saja memaksa rakyat untuk memilih kucing dalam karung. Memang benar persyaratan sebagai caleg sudah ada aturannya, namun itu hanya bersifat administratif. Demokrasi saat ini bukan memilih yang terbaik, tapi lebih memilih yang tersedia," katanya.
Ia mengemukakan pentingnya pemilih mencari tahu rekam jejak para caleg, atau bahkan menelusurinya hingga menyangkut integritas, keahlian, dan program yang ditawarkan caleg.
Selain itu, katanya, rakyat harus ikut mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Ia mengemukakan pentingnya masyarakat mengkritisi berbagai fungsi dan aktivitas parpol agar memihak kepentingan rakyat.
"Untuk meningkatkan partisipasi pemilih itu, sebenarnya bukan hanya masyarakat yang 'dioyak-oyak' (dikejar-kejar untuk menggunakan hak pilihnya, red.). Akan tetapi peran partai politik dan pemerintah juga tidak kalah penting," kata Kanthi Pamungkas Sari.

