"Rusunawa itu akan dibangun di daerah Mojosongo (Belakang SMA Negeri 8, red,) dengan luas tanah dua hektare," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Surakarta Agus Djoko Witiarso di Solo, Rabu.
Pembangunan tersebut sebagai lanjutan program serupa, setelah pemkot setempat sukses mengelola beberapa rusunawa, bantuan dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan pembangunan rusunawa dua "twinblock" dengan kapasitas 360 kamar itu sebagai bantuan dari Kementerian PU dengan anggaran Rp22 miliar.
"Pembangunan rusunawa ini, Pemkot Surakarta yang menyediakan lahan dan Kementerian PU untuk dananya," katanya.
Dia mengharapkan pembangunan rusunawa itu selesai pada akhir 2014. Rumah tersebut untuk masyarakat yang tidak mampu atau tidak memiliki rumah.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa Pemkot Surakarta Toto Jayanto mengatakan hingga saat ini daerah setempat masih membutuhkan rusunawa.
"Rusunawa di daerah ini sampai sekarang masih diperlukan, karena jumlah warga miskin atau tidak mampu yang memerlukan juga terus bertambah," katanya.
Ia mengatakan daftar tunggu penghuni rusunawa hingga saat ini mencapai di atas 500 kepala keluarga.
"Daftar tunggu ini benar-benar yang tidak memiliki rumah dan kami pun juga berharap pembangunan itu bisa cepat selesai," katanya.
Dia menjelaskan mereka yang akan menempati rusunawa harus melalui seleksi secara ketat.
"Hampir setiap bulan kami mengeluarkan penyewa kamar. Selain tidak tertib membayar, juga mereka dianggap meresahkan," katanya.

