Menurut Marketing Executive Toko Jamesbond Track, Gilang Adika, di Semarang, Senin, piranti GPS yang ada di pasaran saat ini dan diminati masyarakat dibagi menjadi dua jenis yaitu GPS pelacak (tracker) dan GPS navigasi.
"GPS tracker berguna untuk melacak posisi mobil, bus, dan truk sehingga pemilik kendaraan dapat melacak di mana posisinya melalui layanan pesan singkat telepon seluler yang dikirim langsung melalui piranti GPS berupa informasi status dan posisi mobil dalam bentuk 'link' serta gambar," katanya.
GPS navigasi, kata dia, berguna untuk penunjuk jalan dan pemandu arah kepada pengemudi kendaraan agar tidak tersesat.
Ia mengatakan kedua jenis piranti GPS tersebut dijual dengan harga bervariasi.
"GPS navigasi dijual mulai dari harga Rp699 ribu hingga Rp1,3 juta, GPS pelacak untuk sepeda motor dijual dari harga Rp1,2 juta-Rp1,3 juta, dan GPS pelacak untuk mobil, truk, dan bis dijual mulai dari harga Rp1,3 juta hingga Rp2,1 juta, sedangkan GPS pelacak kapal dijual seharga Rp14,5 juta," katanya.
Ia mengatakan, piranti GPS yang saat ini paling banyak dicari adalah GPS pelacak tipe JB06 seharga Rp1,4 juta dan tipe JB1000 yang dijual Rp1,8 juta.
"Piranti GPS pelacak JB06 bentuknya simpel dan banyak digunakan pemilik mobil pribadi, sedangkan GPS pelacak JB1000 biasanya banyak dicari oleh perusahaan bus, armada truk, trailer, dan mobil rental karena 'casingnya' terbuat dari metal dan pengolahan data di server GPS yang mudah dan cepat," katanya.
Ia mengaku dalam sebulan mampu menjual piranti GPS pelacak hingga 50 unit dan pembelinya tidak hanya dari Kota Semarang tetapi juga dari Kota Kudus dan Surakarta.
"Biasanya penjualan piranti GPS akan meningkat ketika musim liburan dan pada akhir tahun, terutama dari pemilik usaha mobil rental karena pada masa-masa tersebut jumlah mobil yang disewa juga meningkat," katanya.

