Para siswa Sekolah Pembangunan Jaya (SPJ) Tangerang awal pekan ini meluncurkan tiga unit mobil balap mini atau gokart.
Tiga unit gokart tersebut merupakan hasil rakitan dari sembilan siswa SMA SPJ dipamerkan di Universitas Pembangunan Jaya. Gokart tersebut menggunakan mesin pemotong rumput serta pemarut kelapa sebagai mesin pendorong.
"Kami telah menghasilkan dua gokart bermesin empat tak, dan satu gokart bermesin dua tak," kata ketua tim perakit gokart, Sandi Dwiputra yang merupakan siswa SMA SPJ kelas 2 IPS.
Sandi menerangkan, bahwa gokart dua tak hasil karyanya bersama teman-temannya, menggunakan mesin merek Suzuki Tornado 110 cc, dengan bahan bakar campuran bensin dengan oli.
Gokart empat tak yang pertama, timnya menggunakan mesin Mocin 110 cc dengan bahan bakar bensin.
"Kalau gokart empat tak yang satu lagi, kami menggunakan mesin parutan kelapa 170 cc, dengan bahan bakar gas elpiji," ujar Sandi.
Dengan bantuan dari pihak sekolah, Sandi dan kawan-kawannya berhasil merakit tiga gokart tersebut, dalam kurun waktu sekitar 1,5 bulan, untuk masa efektif perakitan.
Sandi yang hobi balap mobil gokart ini menjelaskan, bahwa tiga unit gokart tersebut akan disewakan pada komunitas penyuka balapan gokart.
"Sengaja disewakan, untuk menambah dana acara-acara sekolah kami," ujar Sandi.
Wakil Direktur Yayasan Pendidikan Jaya, R. Tony Soehartono, menyatakan bahwa dana yang dikeluarkan SPJ untuk satu unit gokart kurang lebih sekitar Rp 6 juta.
"Ini merupakan salah satu aplikasi dari ilmu yang didapatkan oleh siswa-siswi SPJ, sehingga mereka tidak melulu mempelajari teori semata," ujar Tony.
Selain tiga unit gokart, beberapa siswa SPJ juga menciptakan roket berbahan dasar air, yang turut dipamerkan pada kesempatan yang sama.

