Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berupaya melakukan gerak cepat pembangunan infrastruktur baik jalan maupun jembatan di sejumlah titik untuk mendukung sektor pariwisata dan sarana perekonomian masyarakat, serta kelancaran arus lalu lintas menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Batang Endro Suryono di Batang, Jumat, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II.
"Ya, kami berupaya melakukan percepatan program pembangunan daerah baik perbaikan jembatan maupun jalan," katanya.
Menurut dia, pihaknya memiliki program gerak cepat untuk melakukan perbaikan jalan berlubang dalam waktu 24 jam dapat selesai dikerjakan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Kami konsentrasi untuk melakukan perbaikan di jalan kabupaten dengan kondisi masih mantap sepanjang sekitar 450 kilometer. Perbaikan jalan dengan kondisi masih mantap sudah kami lakukan dan dilanjutkan jika masih ada jalan berlubang," katanya.
Selain itu, kata dia, pihaknya berupaya melanjutkan beberapa proyek infrastruktur seperti Jalan RE Martadinata, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Patimura senilai sekitar Rp1 miliar.
Kemudian, untuk proyek jembatan yang akan dibangun seperti jembatan Kali Belo senilai Rp9 miliar yang dijadwalkan Desember 2025 sudah bisa dilelang dan Januari 2026 sudah dikontrak, serta Juni 2025 sudah selesai.
"Hanya saja dengan adanya kebijakan efisiensi maka hal itu masih menjadi hambatan proses pembangunan infrastruktur ini. Kami sebenarnya berharap adanya bantuan keuangan untuk finishing jalan Gerlang menuju Dieng senilai sekitar Rp6 miliar," katanya.
Ia mengatakan sejumlah proyek unggulan yang terdampak kebijakan transfer ke daerah (TKD) pada 2026 seperti jembatan Leses yang menuju arah Pantai Jodo Gringsing senilai Rp4 miliar.
"Jembatan Leses ini belum bisa direalisasikan karena adanya kebijakan efisiensi. Padahal jembatan ini memiliki kondisi strategis karena sebagai akses pariwisata ke Pantai Jodo dan akses menuju sub tempat pelelangan ikan (TPI), dan pertanian," katanya.

