Komisaris PT Kudus Muriatama Ayatullah Humaini di Kudus, Jumat, mengatakan bahwa manajemen tetap bertanggung jawab dan berupaya memenuhi hak-hak pemain sehingga tetap berlaga pada kompetisi yang penyelenggaranya adalah PT Liga Indonesia.
Hanya saja, dia mengaku tidak bisa memastikan batas waktu pemenuhannya karena jika menggunakan batasan waktu akan mengecewakan mereka. Apabila ada pemain yang tidak sabar menunggu, dia mempersilakan, pindah ke klub lain.
Ia menegaskan bahwa tidak ada upaya mendorong untuk membubarkan tim meskipun sejumlah pemain dan pelatih Persiku menandatangani pernyataan untuk menanyakan pemenuhan hak-hak mereka. Jika tidak dipenuhi, tim tidak akan jalan.
Sejauh ini, kata dia, manajemen sudah mengeluarkan dana untuk tim yang merupakan dana talangan atau pinjaman. "Artinya, pemain memang sudah mendapatkan haknya meskipun belum penuh," ujarnya.
Ia mengakui saat ini manajemen tidak memiliki uang lagi. Terkait dengan persoalan keuangan ini, manajemen berencana mengundang suporter untuk menjelaskan semua persoalan yang terjadi pada hari Sabtu (7/4). Dengan adanya pertemuan tersebut, dia berharap agar masyarakat mengetahui yang terjadi pada tim Persiku. Selain persoalan tersebut, Persiku Kudus juga menghadapi persoalan rencana hengkangnya gelandang asal Chile ke Persis Solo.
Asisten Manajer Teknik Persiku Kudus M. Irfan mengatakan bahwa Alejandro Tobar sudah menjalin kesepakatan dengan manajemen. "Jika tuntutan gaji dan kontraknya dipenuhi, dia akan tetap membela Persiku," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa keputusan terakhir soal nasib Alenjandro pada akhir pekan ini.
Berdasarkan peringkat klasemen sementara, Persiku berada di urutan empat dengan 21 poin dari 12 kali tanding. Tim ini belum mampu menggeser Persita yang berada di urutan tiga dengan poin sama, namun masih kalah dalam selisih gol.
Sejauh ini, penampilan Persiku yang diarsiteki Riono Asnan cukup mengagumkan karena baru sekali kalah dari 12 kali laga di kandang maupun di luar kandang.
Bahkan, tim Persiku berulang kali meraih poin di luar kandang dan baru sekali kalah di luar kandang, terutama saat bertandang ke kandang PSIM Yogyakarta harus menyerah 3-1.
Pada musim kompetisi sebelumnya, sangat jarang tim Persiku bisa meraih poin, bahkan kemenangan ketika main di luar kandang. Namun, musim ini bisa mencicipi satu kali kemenangan dan beberapa kali seri di luar kandang.

