Mobile Edabu mudahkan badan usaha kelola data karyawan

id bpjs, kesehatan, semarang, edabu

Mobile Edabu mudahkan badan usaha kelola data karyawan

Nur Wulan Uswatun Khasanah, Kepala Bidang Perluasan Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS kesehatan Cabang Semarang menunjukkan aplikasi Edabu mobile di Semarang, Selasa ANTARA/Nur Istibsaroh

Semarang (ANTARA) - BPJS Kesehatan terus memberikan kemudahan kepada badan usaha dalam mengurus kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pekerjanya salah satunya dengan peluncuran Elektronik Data Badan Usaha (Edabu) versi mobile.

Nur Wulan Uswatun Khasanah, Kepala Bidang Perluasan Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS kesehatan Cabang Semarang di Semarang, Selasa menjelaskan Edabu hanya dapat diakses oleh HRD atau pemberi kerja badan usaha.

Pemberi kerja maupun HRD, kata Wulan,  tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk mengantre di Kantor BPJS Kesehatan setempat karena cukup mengakses https://edabu.bpjs-kesehatan.go.id/Edabu dimanapun dan kapanpun.

"Aplikasi Edabu Mobile dapat diunduh melalui Playstore dengan fitur untuk mengecek data peserta, riwayat pembayaran, data mutasi, tren pembayaran, dan konten kesehatan. Namun Edabu Mobile tidak bisa dilakukan untuk mutasi peserta, sehingga PIC badan usaha harus tetap menggunakan Edabu versi 4.2," kata Wulan.

Baca juga: Kader JKN-KIS tetap jalankan tugas meski pandemi COVID-19

Aplikasi Edabu terbaru memiliki fitur menarik di antaranya cek data kepesertaan, tambah dan edit data kepesertaan, upload massal, approval, laporan rekap iuran, serta cetak kartu dan cetak tagihan.

Untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, tambah Wulan, BPJS Kesehatan telah mengembangkan fitur aplikasi Mobile JKN yang saat ini telah ada 14 fitur di antaranya meliputi pendaftaran dan informasi kepesertaan serta perubahan data kepesertaan.

Selain itu ada fitur konsultasi dokter, pendaftaran pelayanan, ketersediaan tempat tidur, jadwal tindakan operasi fitur kartu KIS Digital, tagihan iuran, pembayaran iuran via mobile dan autodebet, skrining riwayat kesehatan dan skrining COVID-19, pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN-KIS.
Terkait peningkatan pelayanan, tambah Wulan, BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan dua inovasi layanan baru yaitu Chat Assistant JKN (Chika) dan  Voice Interactive JKN (Vika).


Baca juga: Yuk temukan banyak manfaat jadi peserta program Prolanis

Chika dapat diakses melalui media sosial seperti Facebook Messenger (BPJS Kesehatan), Telegram (BPJSKes_bot) dan Whatsapp (08118750400), sementara Vika merupakan layanan informasi menggunakan mesin penjawab untuk mengecek status tagihan dan status kepesertaan dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

Wulan menjelaskan hadirnya Chika dan Vika diharapkan mampu membantu peserta JKN-KIS memenuhi kebutuhannya.

Untuk kepesertaan JKN KIS di Kota Semarang, tambah Wulan, per September 2020 mencapai 95,28 persen dengan 1.595.326 peserta dari penduduk 1.674.368, sedangkan di Demak mencapai 89,40 persen (1.035.971 peserta dari jumlah penduduk 1.158.772).

Baca juga: Pengawas ketenagakerjaan dorong keberlangsungan program JKN-KIS
Baca juga: Proses melahirkan pun jadi lebih efektif dan efisien di FKTP

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar