Kab. Pekalongan raih peringkat dua se-Jateng kategori Enabling Environment IDSD

id Kab pekalongan, penghargaan

Kab. Pekalongan raih peringkat dua se-Jateng kategori Enabling Environment IDSD

Kepala BAPPEDA Jawa Tengah Prasetyo Aribowo kepada Bupati Asip Kholbihi bersama kepala daerah lainnya pada acara semiloka nasional Penguatan Inovasi menuju Daya Saing dan Kemandirian Bangsa pada Kamis, di Hotel Best Westernt, Solo Baru. (Foto: Dinkominfo Kab Pekalongan)

Kab Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali memperoleh penghargaan atas prestasi kinerjanya dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan sebagai peringkat ke-dua se-Jawa Tengah dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) katagori Enabling Environment dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala BAPPEDA Jawa Tengah Prasetyo Aribowo kepada Bupati Asip Kholbihi bersama kepala daerah lainnya pada acara semiloka nasional Penguatan Inovasi menuju Daya Saing dan Kemandirian Bangsa pada Kamis, di Hotel Best Westernt, Solo Baru.

Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) adalah model/metode pengukuran potensi dan kinerja pemerintahan daerah yang dikembangkan oleh Kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi.

Pengukuran IDSD meliputi 4 aspek yaitu enabling environment (Penguat), market (Pasar), sumber daya manusia dan ekosistem inovasi 4 aspek tersebut dilengkapi dengan 12 pilar, suatu daerah.

Kabupaten Pekalongan pada IDSD tahun 2018 menempati posisi terbaik di tingkat Prov. Jateng pada Aspek Market (pasar) yang meliputi efisiensi pasar, ketenagakerjaan, aspek keuangan, dan ukuran pasar.

Baca juga: Pemkab Pekalongan kebut pembangunan RSUD Kesesi

Hasil tersebut menggambarkan bahwa Kabupaten Pekalongan unggul pada aspek tersebut.

Pada IDSD tahun 2019 di tingkat Provinsi Jateng Kabupaten Pekalongan menempati posisi kedua pada aspek enabling environment (penguat) yang meliputi pilar Kelembagaan, Infrastruktur dan Perekonomian Daerah.

Pilar kelembagaan meliputi dua dimensi yaitu tata kelola pemerintah dan keamanan serta ketertiban. Pilar infrastruktur meliputi dua dimensi yaitu air bersih serta kelistrikan dan transportasi (jalan,jembatan, dll). Pilar Perekonomian Daerah meliputi dua dimensi yaitu keuangan daerah dan stabilitas ekonomi.

Hal menunjukkan bahwa Kab.Pekalongan dapat mengelola aspek tersebut dengan baik dibandingkan beberapa Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Jawa tengah.

Dalam tanggapannya terkait makna strategis penghargaan pasca penganugerahan, Bupati Asip Kholbihi mengutarakan bahwa penghargaan adalah masalah persepsi dan pengakuan pihak luar terhadap kinerja yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Namun, menurutnya, yang lebih penting dan esensial adalah bagaimana hasil kinerja pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kita bersyukur atas anugerah ini dan saya yang segera meninggalkan acara setelah penyerahan penghargaan, karena pada hari yang sama malam harinya orang nomer satu di Kabupaten Pekalongan tersebut akan menjadi salah satu Panelis bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus menerima Penghargaan dari lembaga kridebel Katadata terkait Kinerja dan Efektifitas Pengelolaan APBD, di Ballroom Djakarta Theater XXI.

Baca juga: Propemperda 2020 Kabupaten Pekalongan ditetapkan

Baca juga: Pemuda berprestasi di Kabupaten Pekalongan terima penghargaan

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar