Harga jual tinggi, kedelai organik potensial dikembangkan

id kedelai organik

Harga jual tinggi, kedelai organik potensial dikembangkan

Akademisi Unsoed Ponendi Hidayat saat di kebun kedelai. ANTARA/Dokumen

Purwokerto (ANTARA) - Budi daya tanaman kedelai secara organik sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki harga jual yang tinggi, kata akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ponendi Hidayat.

"Kedelai organik sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki harga jual yang tinggi dan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan," katanya di Purwokerto, Senin.

Ponendi Hidayat yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Unsoed tersebut mengatakan budi daya kedelai organik sangat ramah lingkungan karena dalam proses produksinya tidak menimbulkan residu yang membahayakan lingkungan dan juga konsumen.

Kendati demikian, dia mengakui ada sejumlah kendala dalam mengembangkan kedelai organik.


"Misalkan penggunaan pupuk yang organik bisa jadi produktivitasnya tidak sebanyak pupuk yang non-organik sehingga mengurangi minat petani," katanya.
Selain itu, kata dia, kedelai organik belum memiliki pasar yang sebesar kedelai non-organik.

"Harga jual yang tinggi menjadikan pasar kedelai organik masih terbatas, kedelai organik sangat tepat bagi konsumen yang berorientasi pada kesehatan," katanya.

Sementara itu, dia juga mengatakan, budi daya kedelai organik bisa meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Loekas Soesanto mengingatkan pentingnya pemberian insentif atau subsidi bagi pertanian organik guna mendorong pengembangan sektor tersebut di tanah air.

"Perlu adanya insentif dan subsidi yang cukup bagi pertanian organik bahkan jika perlu lebih besar bila dibandingkan dengan subsidi bagi non-organik," katanya.
Dia mengatakan, pemberian subsidi akan makin meningkatkan minat petani untuk budi daya pertanian organik.

Menurut dia, ada sejumlah kendala dalam mengembangkan pertanian organik yang perlu menjadi perhatian para pihak terkait.

"Misalnya, perlu sosialisasi yang masif tentang pentingnya produk organik di tengah masyarakat, karena minat terhadap produk non-organik masih lebih tinggi dibanding organik," katanya.
Baca juga: Banyumas dinilai potensial untuk pengembangan kedelai
Baca juga: Agar tumbuh optimal, petani diingatkan gunakan benih baru kedelai

Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar