Menuju kebangkitan "Macan Banyumas" di Porprov Jateng

id macan banyumas

Menuju kebangkitan "Macan Banyumas" di Porprov Jateng

Ketua KONI Kabupaten Banyumas Bambang Setyawan. (Foto: Sumarwoto)

Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Tengah akan segera digelar di Kota Solo pada tanggal 18-25 Oktober 2018.

Kontingen Kabupaten Banyumas yang berjuluk "Macan Banyumas" pun telah mempersiapkan diri semaksimal mungkin sejak dini demi meraih peringkat pertama dalam perhelatan olahraga tingkat provinsi itu, seperti yang pernah diraih saat Porprov Jateng 2005.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banyumas pun berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan kebangkitan "Macan Banyumas" di arena Porprov Jateng 2018 dengan mengikuti 40 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Tidak tanggung-tanggung, KONI Kabupaten Banyumas dalam ajang bergengsi tingkat provinsi itu menargetkan minimal 100 medali emas.

Dari jumlah tersebut, KONI Banyumas menargetkan cabang olahraga panjat tebing mampu menyumbangkan delapan medali emas, renang enam medali emas, kempo lima medali emas, serta selam, angkat berat, dan balap sepeda masing-masing empat medali emas, sedangkan taekwondo dan cabang olahraga lainnya berkisar satu hingga tiga medali emas.

"Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk memaksimalkan hasil perolehan medali emas, seperti pada Porprov Jateng 2005," kata Ketua KONI Banyumas Bambang Setyawan.

Dalam hal ini, Kontingen Kabupaten Banyumas pada Porprov Jateng 2005 mampu meraih predikat juara umum dengan meraih 72 medali emas.

Akan tetapi pada Porprov Jateng 2009, Banyumas hanya meraih 61 medali emas dan menempati peringkat ketiga karena tersingkir oleh Kota Semarang yang memperoleh 156 medali emas disusul Kota Solo dengan 78 medali emas.

Demikian pula saat Porprov Jateng 2013, Banyumas sebagai tuan rumah hanya mampu menempati peringkat ketiga dengan 62 medali emas, sedangkan posisi pertama ditempati Kota Semarang dengan 150 medali emas disusul Kota Solo dengan 66 medali emas.

Kendati demikian, Banyumas menjadi satu-satunya kabupaten/kota di luar Kota Semarang yang pernah meraih predikat juara umum dalam Porprov Jateng dan tetap berada pada posisi tiga besar dalam tiga kali penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi itu.

Prestasi tersebut menjadikan KONI Banyumas makin optimistis bahwa "Macan Banyumas" akan mampu menunjukkan taringnya dalam kancah Porprov Jateng 2018 dengan hasil memuaskan, minimal 100 medali emas.

Berbagai strategi pun telah siapkan oleh KONI Banyumas, salah satunya desentralisasi latihan selama beberapa bulan dan sejak tanggal 19 September 2018 dilakukan sentralisasi atau pemusatan latihan.

Sebelum mengikuti pemusatan latihan, atlet-atlet yang disiapkan KONI Banyumas untuk maju ke Porprov Jateng 2018 berkesempatan melakukan uji coba dengan mengikuti berbagai kejuaraan.

Bahkan, dua atlet asal Banyumas juga berkesempatan masuk Tim Nasional Asian Games 2018, yakni Eka Nesti Wulansari dari cabang olahraga paralayang dan Santi Wellyanti dari cabang olahraga panjat tebing.

Saat Asian Games 2018, atlet paralayang Eka Nesti Wulansari tampil pada nomor ketepatan mendarat beregu putri turut menyumbangkan medali perak untuk Indonesia, sedangkan atlet panjat tebing Santi Wellyanti yang tampil pada nomor kecepatan estafet putri turut menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

"Kalau kita bisa meraih 100 medali emas di Porprov Jateng 2018, ini merupakan suatu perbaikan posisi yang luar biasa berapa pun rangkingnya," ujar Bambang.

Dia mengakui jika prestasi Banyumas mengalami penurunan setelah sempat meraih predikat juara umum pada Porprov Jateng 2005 sehingga butuh tenaga dan pikiran yang maksimal untuk bangkit kembali apapun hasilnya.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan KONI Banyumas akan berupaya memotivasi atlet dengan memberikan bonus sebesar Rp50 juta untuk peraih medali emas.

Bonus juga akan diberikan kepada peraih medali perak maupun perunggu meskipun besarannya akan disesuaikan dengan ketersediaan dana dan banyaknya perolehan medali tersebut.

"Kami akan genjot seluruh atlet untuk bisa menjadi pemenang. Ini untuk memotivasi, karena perjuangan apapun perlu ada stimulus untuk menyemangati," katanya.

Penjabat Bupati Banyumas Budi Wibowo mengatakan olahraga merupakan bagian dari Kabupaten Banyumas karena dari dulu punya prestasi yang sangat baik.?

"Dulu kita pernah berjaya, lalu kemudian menurun, menurun, dan terakhir kemarin di Porprov (Porprov Jateng Tahun 2013, red.) kita hanya mendapat peringkat ketiga setelah Kota Surakarta dan Kota Semarang," katanya.

Akan tetapi pada Porprov Jateng 2018, kata dia, KONI Kabupaten Banyumas menargetkan paling tidak meraih peringkat di atas Kota Surakarta.

Kendati demikian, dia mengaku prihatin terhadap beberapa cabang olahraga andalan Banyumas yang sebelumnya selalu menorehkan prestasi, namun sekarang mengendur karena regenerasinya diduga tidak bisa berjalan dengan baik.

"Misalnya tenis lapangan yang dulu cukup bagus, namun dalam Porprov tahun ini tidak ikut serta," kata dia yang pernah menjabat Ketua Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pelti) Provinsi Jawa Tengah itu.

Terkait dengan hal itu, dia mengharapkan KONI Kabupaten Banyumas bisa membangkitkan kembali cabang-cabang olahraga yang prestasinya menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Paralayang Banyumas Ali Mukhtar mengatakan Tim Paralayang Banyumas yang akan tampil di Porprov Jateng 2018 melakukan latihan intensif di Bukit Kemuning, Solo, karena di Kabupaten Banyumas belum tersedia lokasi untuk cabang olahraga tersebut.

Kendati demikian, dia mengatakan atlet paralayang Banyumas yang disiapkan untuk Porprov Jateng 2018 berkesempatan melakukan uji coba dengan mengikuti sejumlah kejuaraan, antara lain Trip of Indonesia Seri III di Wonosobo pada tanggal 14-16 September dan Kejuaraan Nasional Lintas Alam Beregu di Sumedang pada tanggal 7-13 September.

Dalam ajang Trip of Indonesia Seri III, atlet putri Eka Nesti Wulansari meraih juara pertama pada nomor ketepatan mendarat. Sementara di Kejurnas Lintas Alam Beregu, atlet putra Muhibin yang juga suami Eka Nesti Wulansari menjuarai nomor tandem berpasangan dengan Damar Azis.

"Dengan jam terbang yang banyak, rasa percaya diri para atlet makin bertambah sehingga diharapkan lebih mantap saat berlaga di Porprov Jateng 2018," katanya. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar