Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat agar pembentukan pengurus Koperasi Desa Merah Putih harus bisa inovatif, adaptif, dan cakap untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi.
Wakil Bupati Batang Suyono di Batang, Senin, mengatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan adanya koperasi yang baru terbentuk hanya menjadi "macan kertas" tanpa dampak nyata.
"Jangan cuma asal ngurus. Koperasi di zaman modern harus inovatif, harus adaptif, serta bisa bermanfaat untuk ekonomi warga," katanya.
Ia mengatakan koperasi harus bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa yang sesungguhnya sehingga pengurus perlu melakukan pendekatan yang berbeda serta memiliki pemikiran yang lebih maju.
Selama ini, kata dia, banyak koperasi yang terbentuk hanya untuk memenuhi formalitas administrasi, tanpa memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan anggotanya.
"Ini era koperasi modern, digital, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, jangan ada lagi koperasi yang cuma jadi tempat mengumpulkan iuran tanpa ada hasil nyata," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengungkapkan bahwa proses percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih telah selesai sejak 25 Juni 2025.
Kecepatan eksekusi ini, kata dia, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi ekonomi kerakyatan.
"Akan tetapi, fase pembentukan kelembagaan yang sudah selesai ini hanyalah awal dari tantangan yang sesungguhnya. Selanjutnya adalah tantangan membangun bisnis koperasi agar benar-benar bermanfaat untuk warga," katanya.

