Semarang (Antaranews Jateng) - PT Fuji Metec Semarang sebagai produsen mesin penjual minuman dan snack otomatis optimistis bisa memperluas pangsa di Indonesia seiring perkembangan teknologi yang kian pesat.
Presiden Direktur PT Fuji Metec Semarang Masahiro Nishi di Semarang, Sabtu mengatakan pangsa mesin penjual otomatis (vending machine) sangat dipengaruhi budaya dan lingkungan masyarakat, di samping harga.Hal tersebut diungkapkannya di sela Family Gathering PT Fuji Metec Semarang di Kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang diikuti sekitar 1.500 orang, yakni karyawan beserta keluarganya.
Ia mencontohkan Jepang sekarang ini sudah memiliki 2,5 juta unit mesin penjual otomatis yang tersebar di berbagai pusat keramaian dengan populasi sebanyak 130 juta penduduk di Negeri Sakura itu.
Namun, kata dia, Indonesia yang memiliki populasi sekitar dua kali lipat penduduk Jepang, yakni 260-an juta penduduk, baru tersedia sekitar 2.500 unit mesin penjual minuman dan snack otomatis.
Meski demikian, ia melihat perkembangan teknologi yang kian pesat tentu akan memengaruhi budaya masyarakat yang semakin lama akan terbiasa dengan kemudahan yang ditawarkan mesin penjual otomatis.
Artinya, kata Masahiro, pangsa mesin penjual minuman dan snack otomatis di Indonesia akan semakin terbuka luas, sebagaimana di negara-negara maju, dengan jumlah penduduk yang luar biasa besar.
Dalam setahun, pabrik Fuji Metec Semarang yang berada di kawasan Tanjung Emas Semarang bisa memproduksi sampai 30 ribu unit mesin penjual otomatis yang 98 persennya untuk pangsa internasional.
Produk terbaru Fuji Metec Semarang adalah "vending machine" yang diberi nama Nagomi yang baru mulai diproduksi Juni lalu untuk memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Masahiro menambahkan semangat, optimistis, dan ramah merupakan salah satu strategi yang dijalankan perusahaan untuk menjawab berbagai tantangan global saat ini seiring perkembangan zaman.
Salah satunya, kata dia, dengan mengajak seluruh karyawan di acara "family gathering" itu untuk semakin mendekatkan dan mengakrabkan sehingga mereka merasa dihargai dan akan semakin bekerja keras.
Di sisi lain, kegiatan itu sekaligus agar seluruh jajaran karyawan bisa memahami program dan kebijakan perusahaan setelah diaukisi Fuji Elektrik dan Kubota Corporation Jepang, akhir tahun lalu.
Sementara itu, General Affair and Human Resource Management (GA & HRM) PT Fuji Metec Semarang Muslimin menambahkan sistem "reward and punishment" juga memengaruhi semangat dan etos kerja karyawan.
"Dengan `reward and punishment`, karyawan semakin terpacu memberikan kontribusi kepada perusahaan guna mendapatkan keuntungan dan mengembalikannya kepada mereka dalam bentuk kesejahteraan," katanya.

