Warga Babadan tinggalkan pengungsian sementara

id warga babadan, tinggalkan pengungsian,gunung merapi,letusan merapi,pos babadan

Warga Babadan tinggalkan pengungsian sementara

Ilustrasi - Petugas pengamat Gunung Merapi di Pos Babadan Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang Triyono beraktivitas di posnya, Kamis (24/5). (Foto: Hari Atmoko)

  Magelang (Antaranews Jateng) - Sejumlah warga lereng Gunung Merapi Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang sempat mengungsi ke balai desa setempat kini sudah pulang ke rumah masing-masing, kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto di Magelang, Sabtu. 
  Pada Jumat (1/6) malam memang sempat terjadi kepanikan warga Dusun Babadan 2 setelah Merapi kembali meletus tiga kali, mereka kemudian mengungsi ke balai desa.
  Seperti diketahui pada Jumat (1/6) pukul 08.20 WIB terjadi letusan di Gunung Merapi, kemudian kemudian Jumat malam kembali terjadi dua kali letusan.
  "Hal ini membuat warga panik karena mereka masih trauma dengan kejadian tahun 2010 dan mereka memutuskan untuk evakuasi mandiri ke Balai Desa Paten," katanya.  
  Ia menyebutkan evakuasi mandiri yang dilakukan Warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB, kemudian sekitar pukul 00.45 WIB sebagian warga meninggalkan balai desa setelah mendapatkan penjelasan dari petugas BPBD.
  Ia mengatakan pada pukul 01.39 WIB  dari 110 keluarga atau 370 jiwa yang sempat mengungsi tinggal tersisa empat keluarga atau 12 jiwa di Balai Desa Paten karena kondisi kesehatan dan beberapa warga masih trauma sehingga mereka meminta untuk bertahan di tempat pengungsian sementara tersebut.
  "Namun, pada Sabtu pagi empat keluarga tersebut juga sudah pulang ke rumah masing-masing," katanya.
  Ia menuturkan mereka memutuskan untuk mengungsi, karena memang getaran sebelum letusan Merapi yang terjadi pada Jumat (1/6) pagi cukup besar, apalagi malam harinya disusul dengan dua kali letusan.
  Ia mengatakan semalam petugas BPBD menyalurkan logistik berupa beras dan lauk pauk untuk pengungsi di Balai Desa Paten. Selain itu juga membawa tikar untuk alas tidur.
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar