
Gubernur Jateng imbau warga tidak berlebihan merayakan pergantian tahun

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat agar tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan, mengingat potensi bencana masih terjadi di sejumlah wilayah.
"Saya imbau bagi masyarakat untuk tidak euforia terkait dengan pesta tahun baru. Ingat, di wilayah kita ada beberapa daerah yang terkena bencana," katanya di Semarang, Rabu.
Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat beberapa daerah di Jawa Tengah yang rawan bencana seperti banjir, longsor, maupun cuaca ekstrem.
Karena itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Jateng bersama forkopimda kabupaten/kota telah melakukan evaluasi menjelang Natal dan tahun baru untuk memetakan potensi bencana yang mungkin terjadi selama periode Nataru.
"Pemprov dan seluruh jajaran forkopimda kabupaten/kota mengadakan suatu evaluasi. Apakah di wilayah kita ada potensi-potensi bencana, baik itu longsor, banjir, maupun cuaca," katanya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi libur akhir tahun.
"Ini yang menjadi prioritas kita, sehingga dengan kehadiran negara akan menjamin keselamatan dan keamanan Nataru," kata mantan Kapolda Jateng itu.
Luthfi mencontohkan kegiatan yang bisa diselenggarakan untuk pergantian tahun baru di antaranya adalah doa bersama.
"Kalau nanti ada hiburan juga silakan, tetapi saya minta mereka menyisipkan doa untuk masyarakat kita," katanya.
Terkait penggunaan petasan atau bunga api, Luthfi menegaskan hal tersebut telah diatur dalam ketentuan hukum sehingga meminta masyarakat mematuhi aturan yang berlaku.
Yang jelas, Pemprov Jateng menegaskan komitmennya untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu keselamatan dan ketertiban masyarakat.
Baca juga: Udinus buka Yamaguchi Support Desk, buka peluang kerja ke Jepang
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
