Kudus, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menargetkan pembangunan pusat perdagangan atau "trade center" di kompleks Terminal Induk Jati Kudus selesai pada 2017.
"Sebetulnya proyek pembangunan `trade center` tersebut siap dilelangkan pada bulan lalu, namun karena ada beberapa revisi dalam hal perencanaan akhirnya ditunda proses lelangnya," kata Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Andy Imam Santoso di Kudus, Selasa.
Ia mengatakan persiapan pembangunan pusat perdagangan tersebut, diawali dengan penyusunan detail engineering design (DED) atau bestek gambar kerja detail yang diusulkan melalui anggaran 2016.
Kebutuhan anggaran yang diusulkan untuk merealisasikan pembangunan pusat perdagangan tersebut Rp12,5 miliar, sedangkan lokasinya memanfaatkan lahan kosong di dekat Terminal Induk Jati Kudus.
Menurut dia, lokasi lahan yang tersedia cukup strategis karena berada di tepi jalan raya.
Selain itu, lokasi yang hendak dibangun pusat perdagangan berlantai dua itu juga berada di tepi jalan lintas provinsi, sehingga peluang menarik minat pengunjung dari luar daerah cukup besar.
Rencananya, kata Andy, bangunan pusat perdatangan tersebut dua lantai.
"Fasilitas yang tersedia, tidak hanya tempat untuk berjualan produk lokal Kudus, melainkan ada tempat istirahat serta kafe dengan pemandangan Gerbang Kudus Kota Kretek," ujarnya.
Nantinya, kata dia, pusat perdatangan tersebut tidak sekadar mempromosikan produk lokal Kudus, melainkan ada produk lain yang akan ikut dipromosikan.
Ia berharap, pusat perdagangan tersebut bisa menjadi ajang untuk meningkatkan daya saing produk unggulan di Kudus.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kudus, jumlah UMKM di Kudus diperkirakan mencapai 12.000 unit tersebar di sembilan kecamatan.
Upaya pemerintah mempromosikan produk unggulan di Kudus, selama ini melalui pameran yang digelar satu tahun sekali. Namun, upaya tersebut belum memadai mengingat banyaknya jumlah UMKM serta gerai yang tersedia di pameran juga terbatas, kemudian muncul gagasan membangun pusat perdagangan untuk produk lokal.

