Purwokerto, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali membuka kolam renang berstandar internasional, Tirta Kembar, di kota Purwokerto setelah ditutup selama 10 tahun karena permasalahan kualitas air yang tidak baik.
"Kolam renang Tirta Kembar akan kembali dibuka secara resmi oleh Bupati Banyumas pada hari Kamis (16/3)," kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Banyumas Didi Rudwiyanto di Purwokerto, Rabu.
Oleh karena itu, dia meminta semua fasilitas di Tirta Kembar dicek kesiapannya termasuk melengkapi Ruang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) dengan obat-obatan dan peralatan sesuai ketentuan.
Ia mengaku terkenang saat Tirta Kembar masih beroperasi, banyak perenang Banyumas yang berjaya di ajang tingkat provinsi maupun nasional.
"Sewaktu Pekan Olahraga Daerah Tahun 2005, saya bersama rombongan Pemkab Banyumas menyambangi para perenang saat berlomba di Jatidiri, Semarang. Saat itu, atlet renang Banyumas menyumbang 21 emas dan Banyumas menjadi juara umum Porda," katanya.
Dengan dibukanya kembali kolam renang Tirta Kembar, dia mengharapkan akan kembali merangsang anak-anak untuk berlatih renang dan akan lahir atlet-atlet yang lahir dari Tirta Kembar.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Moentorichin mengatakan penutupan kolam renang Tirta Kembar selama 10 tahun berakibat menurunnya prestasi renang Kabupaten Banyumas.
"Setelah kolam ditutup, prestasi menurun. Bahkan saat Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah 2013, sama sekali tanpa medali emas," katanya.
Terkait dengan tiket masuk kolam renang Tirta Kembar, dia mengatakan hanya Rp3.000 dan merupakan yang termurah untuk ukuran kolam berstandar internasional.
Dia mengatakan harga tiket tersebut berdasarkan perjanjian Pemkab Banyumas dengan PT Graha Cipta Guna selaku pengelola sebelum ditutup pada April 2007.
Kompleks Tirta Kembar memiliki tiga kolam, yakni kolam utama yang memenuhi syarat untuk kejuaraan, kolam loncat indah dengan kedalaman 4,8 meter, dan kolam anak-anak.

