
Gubernur Jateng minta pengerukan Kolam Retensi Terboyo dipercepat

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pemerintah pusat mempercepat pengerukan Kolam Retensi Terboyo untuk mengatasi banjir yang ada di Kota Semarang dan Kabupaten Demak dalam beberapa hari terakhir.
"Kami usulkan agar Kolam Retensi Terboyo diperlebar dan perdalam,” katanya, saat memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan banjir, di Semarang, Rabu.
Ia juga meminta agar dilakukan normalisasi sejumlah sungai di Kota Semarang, agar mampu menampung debit air lebih banyak saat hujan dengan intensitas tinggi.
Menurut dia, sejumlah sungai yang perlu dilakukan normalisasi, meliputi Sungai Babon, Sringin, dan Tenggang yang semuanya di bawah naungan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurut dia, banjir yang terjadi sejak 22 Oktober 2025 di kawasan Kaligawe, Genuk, dan Sayung, menjadi pengingat bahwa sistem pengendalian banjir di wilayah Pantura masih perlu diperkuat.
Karena itu, ia menegaskan perlunya kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengendalikan maupun mitigasi banjir di daerah tersebut.
Pada kesempatan itu, Luthfi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan, mengingat potensi hujan masih memungkinkan terjadi hingga akhir tahun.
Sementara itu, Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum Dwi Purwantoro memastikan pemerintah pusat siap menindaklanjuti usulan Gubernur Jateng, termasuk usulan pompa tambahan sebanyak lima buah dengan total kapasitas 2000 liter per detik.
"Pompa akan kami datangkan dari Jakarta, Surabaya maupun dari Solo dalam minggu ini," katanya.
Ia juga mendukung penuh langkah usulan Gubernur Jateng untuk melakukan pengerukan Kolam Retensi Terboyo dan normalisasi sungai-sungai di Semarang guna meningkatkan kapasitas tampung air dan memperlancar aliran ke laut.
Tim teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY telah berkoordinasi di lapangan untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainasenya.
"Kementerian juga akan mengupayakan penggantian pompa existing yang sudah berumur lebih dari lima tahun," katanya.
Berdasarkan data BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru) mencapai 30.360 liter per detik.
Turut hadir dalam rapat tersebut, meliputi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, Kepala Stasiun Klimatologi Jateng Goeroeh Tjiptanto, dan para Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta jalan (BBPJN).
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
