Pekalongan, Antara Jateng - Harga kambing di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menjelang Iduladha 1437 Hijriah mencapai Rp5,2 juta per ekor.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan Sri Mulyani, di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa hampir semua hewan kurban, seperti kambing dan sapi kini mengalami kenaikan harga meski masih dalam batas wajar.
"Harga kambing untuk hewan kurban dijual oleh pedagang mulai Rp1,5 juta hingga Rp5,2 juta per ekor. Besaran nilai harga hewan kurban juga ditentukan oleh bobot dan ukuran hewan ternak itu," katanya.
Sedangkan harga sapi menjelang Hari Raya Kurban ini, kata dia, mencapai antara Rp14 juta/ekor hingga Rp20 juta/ekor.
Ia mengatakan untuk mengantisipasi peredaran hewan ternak untuk kurban yang tidak sehat, pemkot setempat melakukan pantauan ke sejumlah depot permanen yang menjual hewan kurban.
Dalam pemantauan hewan kurban ini, kata dia, Disperindagkop juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).
"Kegiatan pantauan ini akan kami lakukan selama empat kali, yaitu mulai tanggal 8, 14, dan 15 September 2016," katanya lagi.
Dia mengatakan salah satu sasaran dalam pengawasan tersebut terfokus pada harga hewan kurban yang akan dijual dan kondisi kesehatan ternak itu.
"Adapun ciri-ciri hewan ternak yang sehat, antara lain adalah secara fisik mata tidak berair, mulut tidak banyak mengeluarkan lendir, dan kaki tidak pincang," katanya pula.
Staf Sesi Produksi Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kelautan Kota Pekalongan, Nur Khasanah mengatakan bahwa terkait kadar pH daging yang layak konsumsi yaitu sekitar mencapai enam hingga tujuh.
"Daging layak konsumsi kadar pH-nya lima hingga tujuh. Semakin lama akan turun hingga empat yang selanjutnya akan mengalami proses pembusukan," katanya lagi.

