Magelang (ANTARA) - Penjabat Wali Kota Magelang Rudy Apriyantono meminta para seniman sering mementaskan ketoprak sebagai media yang efektif untuk menguatkan semangat masyarakat dalam membangun wilayah setempat.
"Ketoprak bisa sering ditampilkan di Kota Magelang dengan mengangkat tema-tema yang bisa menumbuhkan semangat dan motivasi masyarakat membangun kotanya," katanya di Magelang, Senin.
Rudy mengemukakan hal itu, terkait hasil pementasan ketoprak oleh grup "Kopi Susu" dengan lakon tentang "Sumpah Palapa", di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Minggu (8/11) yang antara lain dihadiri pengunjung TMII, masyarakat berasal dari Magelang, dan pekerja seni berasal dari berbagai wilayah di Jateng.
Ia mengaku bentuk kesenian rakyat tersebut saat ini jarang tampil di masyarakat padahal ketoprak sebagai warisan budaya memiliki nilai edukasi tinggi bagi kemajuan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Pada zaman dulu, katanya, ketoprak sebagai media untuk mengkritisi pemerintah kolonial Belanda.
Akan tetapi, ujarnya, seiring dengan perkembangan zaman, ketoprak menjadi wahana yang baik untuk menyebarkan nilai-nilai edukasi dan hiburan masyarakat.
Pementasan kesenian ketoprak yang menjadi daya tarik untuk mengumpulkan masyarakat, katanya, juga berdampak terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga.
Ia mengharapkan kesenian ketoprak bisa dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat pada masa mendatang.
"Akan sangat menarik jika dikemas dengan sentuhan kontemporer. Maka, kesenian ini wajib kita tularkan dari generasi ke generasi," ujarnya.
Grup ketoprak "Kopi Susu" yang tampil di TMII Jakarta itu, terdiri atas kalangan komunitas teater, seni musik, seni rupa, mahasiswa, dan duta wisata Kota Magelang. Sebelum pentas ketoprak, tim kesenian Kota Magelang ke TMII Jakarta juga menyuguhkan tarian Bondan Kedi (Sanggar Tari Pitaloka). Pentas di TMII juga ditandai dengan pameran sejumlah produk kerajinan pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro Kota Magelang
Sutradara ketoprak, Gepeng Nugroho, mengatakan lakon "Sumpah Pemuda" memuat pembelajaran tentang nilai-nilai kemauan dan tekad yang tinggi, serta jiwa pantang menyerah untuk membangun bangsa yang lebih maju.
"Pesan tersebut sesuai dengan makna peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Lakon ini diangkat, dalam rangka menyemangati pemuda serta seluruh masyarakat untuk membangun dan membesarkan bangsa, sebagaimana pernah dilakukan Gajah Mada. Ia berasal dari rakyat biasa lalu dengan ketekunan dan kerja kerasnya bisa menjadi Mahapatih Majapahit," katanya.

