Nelayan Ujungnegoro Peroleh Bantuan Mesin Penyedot Sedimentasi

id pemkab batang, mesin penyedot sedimentasi

Nelayan di Desa Ujungnegoro mendapat bantuan mesin dari PT BPI yang disaksikan oleh Kadis Perikan Dan Kelautan Kabupateng Batang, Achmad Taufik (Foto:ANTARAJATENG.COM/Kutnadi)

Batang, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengapresiasi terhadap pengembang proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang telah memberikan mesin penyedot sedimentasi kepada nelayan Desa Ujungnegoro.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batang Achmad Taufik di Batang, Selasa, mengatakan bahwa alat penyedot lumpur itu akan membantu kapal nelayan di bawah 5 grostone (GT) saat akan berlabuh maupun melaut.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada manajemen PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek PLTU yang telah memberikan bantuan mesin itu pada para nelayan karena endapan lumpur di pantai bisa secepatnya dikeruk agar memudahkan alur lalu lintas kapal kecil," katanya.

Menurut dia, saat ini kondisi gelombang pantai relatif cukup dinamis sehingga menimbulkan sedimentasi cukup tinggi sehingga hal itu akan menyulitkan kapal nelayan kecil yang akan berlabuh maupun berlayar.

"Oleh karena itu, dengan adanya pemberian bantuan mesin penyedot lumpur oleh BPI, tentunya akan bermanfaat dan membantu para nelayan kecil," katanya.

Bendahara Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan "Maheso Rukun" Desa Ujungnegoro Taat mengatakan bahwa selama ini para nelayan kecil kesulitan berlabuh atau berlayar di muara Sungai Kalisono karena sedimentasi relatif cukup tinggi.

"Semula, nelayan harus terpaksa menyingkirkan endapat lumpur dengan menggunakan cangkul agar kapal bisa keluar dari muara sungai. Akan tetapi, dengan adanya mesin penyedot lumpur, kami lebih mudah menyingkirkan endapan lumpur yang berada di muara sungai itu," katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada manajemen PT BPI yang tetap komitmen memberikan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) kepada warga terdampak PLTU, khususnya para nelayan.

"Kami mengapresiasi pada BPI telah komitmen memberikan CSR pada nelayan. Hingga kini, sudah enam kali BPI memberikan CSR kepada nelayan, antara lain, memberikan pelatihan, pemberian terpal penjemuran rebon, dan timbangan, simpan pinjam, dan pemberian alat mesin penyedot lumpur," katanya.

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar