Harga Buah Impor Pekalongan Naik 100 Persen

Pewarta : id buah impor

Ilustrasi. Pedagang menata berbagai macam buah lokal dan impor di kios daganganya, di Jalan Pasar Wetan, Tasikmalaya, Jabar, Sabtu (19/10). Buah impor semakin marak ditemuai di kios-kios pedagang buah di Tasikmalaya. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Pekalongan, ANTARA JATENG - Harga buah impor di sejumlah pasar buah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, naik 100 persen seiring dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat sedang stok terbatas.

Beberapa pedagang buah di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa sebagian besar harga buah impor naik drastis atau 100 persen karena ketersediaan buah relatif terbatas.

"Hampir harga buah impor naik hingga 100 persen. Jika harga anggur semula Rp20 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp40 ribu/ kilogram sedang apel semula Rpsekitar 25 ribu/ kilogram naik Rp40 ribu/ kilogram," kata pemilik toko buah `Anugerah`, Ari.

Ia mengatakan kenaikan harga buah impor itu secara bertahap sudah mulai sejak awal Agustus 2017 seiring dengan permintaan masyarakat terhadap buah-buahan impor meningkat sedang pasokannya terbatas bahkan minim.

Para pedagang buah, kata dia, tidak mengetahui persis terhadap kenaikan harga buah impor tersebut.

"Kami tidak tahun persis terhadap kenaikan harga buah impor itu, apakah karena faktor kondisi cuaca dan hawa yang cukup panas atau hal lainnya," katanya.

Ia mengatakan adapaun harga buah impor yang kini sedang turun adalah kelengkeng yang semula Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp20 ribu per kilogram.

"Kami berharap harga buah impor itu stabil kembali. Yang jelas, dengan adanya kenaikan harga buah impor justru kami kesulitan mendapat untung," katanya.
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar