Dusun Gajian Kampung Wisata Durian belum Dikenal Masyarakat

id memilih durian

Dusun Gajian Kampung Wisata Durian belum Dikenal Masyarakat

Sejumlah pengunjung memilih buah durian di salah satu petani di Dusun Gajian, Desa Rejosari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. (Foto: ANTARAJATENG.COM/ Heru Suyitno)

Magelang, ANTARA JATENG - Kampung wisata durian Dusun Gajian, Desa Rejosari, Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, belum begitu dikenal masyarakat, padahal kualitas durian yang dihasilkan petani setempat cukup bagus.

Penggemar durian dari Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Listiani (45) di Magelang, Rabu, mengatakan sebenarnya durian Dusun Gajian sudah dikenalnya sejak dia masih kecil, namun memang belum populer.

"Durian Gajian tidak kalah dengan durian daerah lain, daging buahnya tebal dan rasanya manis agak pahit, ini ciri khasnya," katanya.

Ia mengatakan setiap musim durian, dirinya pasti berwisata ke Dusun Gajian bersama keluarga untuk mendapatkan durian terbaik.

Harga durian di tingkat petani berkisar Rp20.000 per buah untuk ukuran sedang, kemudian Rp30.000 hingga Rp50.000 per buah untuk ukuran besar.

"Harga tersebut cukup murah dibanding di daerah lain, apalagi kualitas rasa sangat memuaskan," katanya.

Pengunjung lainnya Zaki (30) mengatakan Dusun Gajian belum terlalu dikenal. Padahal potensi sebagai tempat wisata durian seperti daerah lainnya sangat besar. Wisatawan pemburu durian juga sudah banyak.

"Mungkin pemerintah belum banyak mempromosikan. Promosi justru dari hubungan pertemanan dan media sosial. Itu pun masih terbatas," katanya.

Seorang petani Supiyati (55) mengemukakan pada musim durian tahun ini sekitar 90 persen pohon petani berbuah dan lebat. Tiap pohon ada yang mencapai 25 buah dan tentu disesuaikan umur dan besar kecilnya pohon.

"Tahun ini panen raya, setelah tahun lalu produksinya menurun, untuk harga relatif standar," katanya.

Ia mengatakan penggemar durian dapat memilih langsung buah durian di petani. Lebih baik pengunjung datang lebih awal agar dapat memilih buah yang terbaik karena menjelang siang sudah banyak yang berburu dan bisa jadi mendapat buah yang kurang baik.

"Kadang diborong, rombongan datang membeli 20 buah sekaligus, makanya risiko datang siang mendapat buah yang tidak sesuai selera," katanya.

Ia menuturkan sebenarnya tidak hanya di Dusun Gajian sebagai penghasil durian, di beberapa dusun lain juga ada, antara lain di Dusun Kuwukan.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar