"Dalam program kebun bibit sekolah (KBS) ada pesan pendidikan lingkungan untuk kelestarian ekologi kepada siswa," katanya saat melakukan penanaman hasil program KBS di halaman SDN Kuripan Kecamatan Garung, di Wonosobo, Jumat.
Ia mengatakan, melalui program ini, siswa bisa lebih bijak dan bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan hidup di sekolah, sebagai lingkungan yang sehari-hari dinikmati para siswa.
Para siswa maupun pendidik, katanya, perlu dilatih ikut serta bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup sekolah karena persoalan lingkungan hidup merupakan persoalan yang bersifat sistemik, kompleks serta memiliki cakupan yang luas, maka memerlukan perhatian khusus dari semua pihak.
Ia mengatakan, permasalahan lingkungan hidup di Kabupaten Wonosobo dari hari ke hari terus meningkat. Ilegal loging, deforestasi hutan, konversi hutan, sistem pertanian yang tidak ramah lingkungan, dan perilaku membuang sampah sembarangan telah menambah deret permasalahan lingkungan hidup, sekaligus telah menyebabkan berbagai macam bencana seperti tanah longsor, banjir, lahan kritis, serta "global warming".
Menurut dia, hal ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak, Wonosobo merupakan daerah konservasi lingkungan hidup, karena posisi topografi kawasannya paling tinggi sehingga nasib kelestarian alam, ketersediaan air dan ekosistem daerah di bawahnya sangat tergantung dari konservasi alam di Kabupaten Wonosobo.
Ia mengatakan, siswa dan pendidik memiliki peran strategis karena melalui pendidikan lingkungan yang diajarkan pada siswa, bisa menjadi salah satu faktor penting untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan hidup dan menjadi sarana yang penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Ia menuturkan, pendidikan lingkungan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian serta mencetak kader-kader berwawasan lingkungan dalam mencari pemecahan dan pencegahan timbulnya masalah lingkungan.
Menurut dia, begitu pentingnya peran siswa dalam perbaikan dan pemeliharaan lingkungan hidup sehingga mereka patut menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang hijau, bersih, indah, dan asri, yang salah satu tujuannya adalah menggugah rasa cinta pada alam sekitarnya.
Ia berharap, kepedulian siswa sekolah dan seluruh elemen masyarakat Kecamatan Garung, serta Kabupaten Wonosobo, terhadap kelestarian lingkungan hidup akan terus dilanjutkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari sehingga pendidikan lingkungan sebagai salah satu pilar untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup dapat mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran pelajar dan masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup.