Peristiwa itu meningkatkan kekhawatiran mengenai ketidakstabilan baru di negara penghasil utama coklat di dunia tersebut.
Negara Afrika Barat itu, baru keluar dari bertahun-tahun kerusuhan politik tapi senjata tidak sah masih tetap beredar.
Sekelompok pria tak dikenal yang bersenjata berat dengan pakaian sipil menyerbu kamp militer di daerah Akouedo, di ujung timur kota itu, sekitar pukul 03.30, kata seorang perwira yang berada di barak tersebut kepada Reuters di Jakarta, Selasa.
Pertempuran berkecamuk selama hampir tiga jam, sebelum militer kembali menguasai daerah tersebut.
"Mereka menyerang dua pintu masuk ke kamp secara berbarengan dan melepaskan tembakan. Kami telah menghitung lima orang tewas di pihak kami dan satu di antara penyerang," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Pantai Gading,Kolonel Cherif Moussa.
Beberapa saksi mata Reuters melihat mayat empat prajurit yang telah ditembak di satu kantor tepat di dalam pintu masuk kamp itu. Satu mayat lagi tergeletak di tanah di luar dan tampaknya telah dipukuli hingg tewas.
Lima orang lagi cedera dalam baku-tembak, dua menderita luka parah, kata menteri pertahanan negara tersebut. Seorang prajurit belum ditemukan.
Puluhan prajurit pemerintah dan lima kendaraan lapis baja yang membawa prajurit pemelihara perdamaian dari Misi PBB di Pantai Gading (UNOCI) ditempatkan di pintu masuk ke kompleks itu pada Senin pagi. Lubang peluru memenuhi tembak bagian dalam barak tersebut.

