Puncak musim hujan, masyarakat Kota Magelang diminta waspada DBD

id dbd, rsud tidar, kota magelang

Puncak musim hujan, masyarakat Kota Magelang diminta waspada DBD

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito memimpin apel luar biasa pegawai RSUD Tidar Kota Magelang, Selasa (25/2/2020). ANTARA/HO-Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta berbagai kalangan masyarakat setempat untuk mewaspadai kemungkinan terserang penyakit demam berdarah dengue, terkait dengan puncak musim hujan saat ini.

"Yang menjadi perhatian kita semua adalah potensi penyakit demam berdarah pada musim penghujan ini," katanya dalam keterangan tertulis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Magelang yang diterima di Magelang, Rabu.

Tanpa menyebut jumlah kasus DBD di kota itu, ia menyatakan telah memberikan instruksi kepada jajarannya, terutama Dinas Kesehatan, berbagai puskesmas, dan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar, untuk meningkatkan kesiapan melakukan penanganan terhadap penderita DBD.

Baca juga: 52 kasus DBD di Cilacap, satu orang meninggal

Ia menyebut musim hujan membuat genangan air di mana-mana. Genangan air yang tidak segera diatasi bisa menjadi sarang jentik nyamuk berkembang biak menjadi nyamuk dewasa.

"Waspada musim hujan, karena genangan air bisa jadi sarang jentik-jentik," katanya.

Ia juga menjelaskan tentang pentingnya masyarakat di berbagai tempat di daerah dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan itu, selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing guna mencegah serangan penyakit DBD.

Jajarannya juga telah diminta untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya kebersihan lingkungan.

"Saya sudah 'opyak-opyak' (memerintah, red.) camat dalam berbagai kesempatan agar masyarakat menjaga kebersihan, 'ayo sing resik, sing apik' (Mari bersihkan lingkungan dengan baik, red.). supaya tidak ada jentik," kata Sigit.

Saat memimpin apel luar biasa para pegawai RSUD Tidar, Selasa (25/2), Wali Kota Sigit juga meminta jajaran itu melakukan persiapan dengan matang untuk menghadapi kemungkinan adanya warga di kota itu yang tertular virus corona (COVID-19).

"Tidak usah tergopoh-gopoh. Pengaruh virus ini memang dahsyat, dampaknya pada ekonomi dan wisata. Maka dari itu saya minta RSUD Tidar waspada, siapkan antisipasi terjelek sekalipun. misalnya siapkan ruang isolasi. Tapi mudah-mudahan tidak ada (yang terjangkit virus corona, red.)," katanya.

Ia juga meminta RSUD Tidar bersama pihak-pihak terkait lainnya secara proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan, termasuk kaitannya dengan wabah COVID-19.

"Tentunya tidak terbatas pada wabah virus corona, secara umum saya meminta agar insan kesehatan dapat turut menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hidup sehat," katanya. (hms)

Baca juga: 57 orang di Kabupaten Batang terserang DBD
Baca juga: KLB DBD Temanggung, satu balita meninggal dan 116 orang dirawat di RS
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar