Kementerian Kominfo gandeng generasi milenial turunkan prevalensi kekerdilan

id Kemenkominfo, sosialisasi stunting

Kementerian Kominfo gandeng generasi milenial turunkan prevalensi kekerdilan

Kepala Sub Direktorat Informasi Komunikasi Sosial Direktorat Informasi Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sarjono saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (2/7). (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menggandeng generasi milenial menurunkan prevalensi kekerdilan di kalangan masyarakat melalui Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (GenBest).

"Targetnya untuk mempersiapkan bonus demografi 2030 kita harus siapkan generasi milenial. Ini untuk mencegah SDM yang tidak kompeten ketika menghadapi bonus demografi. Pemerintah tidak ingin SDM mundur sebelum persaingan global karena kalah kompetisi akibat 'stunting' (kekerdilan)," kata Kepala Sub Direktorat Informasi Komunikasi Sosial Direktorat Informasi Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkominfo Sarjono pada sosialisasi kegiatan itu di Hotel Galuh, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa.

Selain itu, pihaknya berharap, generasi muda bisa sebagai pelopor bagi sekitarnya agar bisa melakukan gerakan masif tentang bagaimana melakukan pola hidup bersih dan sehat.

Ia mengatakan penurunan prevalensi kekerdilan menjadi fokus pemerintah karena saat ini jumlah penderita masih mencapai 30,8 persen atau tiga dari 10 balita di Indonesia menderita kekerdilan.

Ia mengatakan langkah tersebut untuk memenuhi hasil rapat terbatas kementerian bahwa dalam intervensi kekerdilan Kementerian Komunikasi dan Informatika mendapat tugas untuk melakukan kampanye tentang pola hidup bersih dan sehat.

"Di samping itu juga melakukan kampanye sadar gizi. Kami sadar untuk 'stunting' ini kan tidak mungkin hanya ditangani satu kementerian. Harus melibatkan beberapa kementerian salah satunya Kominfo," katanya.

Ia mengatakan pemenuhan tugas tersebut mengacu pada Inpres Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik.

"Salah satu tugas kami adalah melakukan koordinasi kepada kementerian/lembaga bersama-sama menyusun narasi tunggal untuk mengusung kebijakan pemerintah agar selanjutnya disebarkan kepada masyarakat melalui kanal media yang kami miliki," katanya.

Klaten dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena kabupaten tersebut merupakan satu di antara 60 kabupaten dan kota prioritas kekerdilan 2019.

"Di kabupaten ini mencakup 10 desa prioritas, yaitu Sanggrahan, Randusari, Titang, Sumyang, Ngaren, Butuhan, Keprabon, Tibayan, dan Gemblengan," katanya.

Baca juga: Kementerian Kominfo tak batasi akses bila medsos kondusif

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar