Pemilik perahu wisata Bendungan Logung sepakat hentikan aktivitas

id pemilik perahu wisata, bendungan logung, sepakat hentikan aktivitas

Pemilik perahu wisata Bendungan Logung sepakat hentikan aktivitas

Bupati Kudus Muhammad Tamzil saat mendatangi para pemilik perahu wisata untuk mensosialisasikan pelarangan aktivitas perahu untuk sementara di kawasan Bendungan Logung di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/6). (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Puluhan pemilik perahu wisata yang melayani pengunjung di kawasan Bendungan Logung, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sepakat menghentikan kegiatan wisata perahu menyusul perlunya pemenuhan sejumlah persyaratan pengoperasian perahu wisata tersebut dan akan dilakukan pengosongan air bendungan.

Kesepakatan tercapai dalam sosialisasi penghentian sementara aktivitas perahu wisata di Bendungan Logung yang dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Muhammad Tamzil di Balai Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus, Rabu (19/6).

Dua puluhan pemilik perahu wisata sepakat menghentikan kegiatan wisata perahunya mengingat legalitas perahu dan nakhodanya juga harus dipenuhi serta adanya pengosongan air di bendungan pada masa pemeliharaan.

Para pemilik perahu tidak ada yang menolak, mengingat Pemkab Kudus juga siap memfasilitasi kegiatan mereka nantinya setelah legalitas kegiatan mereka dipenuhi.

Rinto, salah satu pemilik perahu wisata di Kudus, Rabu, mengaku menerima keputusan yang disepakati bersama tersebut karena banyak hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

"Setidaknya, ketika semua persyaratan dipenuhi usaha kami benar-benar legal. Nantinya tidak perlu ada kekhawatiran soal usaha tersebut," ujarnya.

Baca juga: Belum penuhi standar keamanan, perahu wisata di Bendungan Logung dilarang beroperasi

Pemilik perahu wisata lainnya, Warsidi mengakui hal serupa mengaku siap menarik perahunya ke daratan, menyusul rencana pengurangan air di bendungan.

"Secara pribadi dan perwakilan menerima kebijakan tersebut. Apalagi, penghentian aktivitas juga bersifat sementara," ujarnya.

Ia berharap pembinaan serta arahan yang lebih dari pemkab terkait kejelasan nasib mereka nantinya, mengingat sebentar lagi para penyedia jasa perahu wisata akan kehilangan mata pencahariannya.

"Kami juga siap dibina untuk kedepannya," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Muhammad Tamzil berharap mulai Kamis (19/6) tidak ada lagi aktivitas perahu wisata di bendungan karena akan ada pengurangan air untuk mendapatkan sertifikasi bendungan.

"Bangunan bendungan dicek apakah ada yang retak atau permasalahan lain sebelum benar-benar difungsikan. Saat ini bisa dikatakan masih tahap uji coba bendungan," ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah cepat warganya yang membuat destinasi wisata baru, meskipun masih banyak hal yang harus dibenahi.

Dalam waktu dekat, katanya, Pemkab Kudus juga akan menyusun ditarik mengupayakan pembuatan Detail Engineering Design (DED) atau bestek gambar kerja detail untuk pengembangan kawasan wisata Bendungan Logung.

"Mudah-mudahan tahun 2019 bisa tuntas, sehingga tahun berikutnya pembangunan fisik," ujarnya.

Pembangunan infrastruktur tahap pertama akan diprioritaskan untuk zona 1 dan zona 4.

Infrastruktur yang akan dibangun, yakni akses jalan, parkir, toilet, dan dermaga karena saat ini dermaga terbuat dari bambu.

Baca juga: Pemkab susun DED pengembangan wisata Bendungan Logung
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar