Semarang ganti tawarkan sirkuit aspal setelah MXGP

id mxgp, hendi

Semarang ganti tawarkan sirkuit aspal setelah MXGP

Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan trophi kepada Jorge Prado, juara pertama MX2, salah satu kelas dalam Motocross Grand Prix (MXGP) 2018, di Semarang, Minggu (8/7). (Foto: Dok Humas Setda Kota Semarang)

Semarang (Antaranews Jateng) - Sirkuit Mijen, sirkuit aspal yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang gantian ditawarkan untuk "event" balap internasional, setelah ajang Motocross Grand Prix (MXGP) 2018 usai.

"Perlu kami sampaikan, di seberang sirkuit motocross ini, kami sedang membangun sirkuit trek aspal yang siap untuk balapan internasional," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Minggu.

Hal tersebut diungkapkan politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi itu usai gelaran MXGP 2018 di Sirkuit Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen, Semarang, yang merupakan balap motocross internasional.

"Event" MXGP Seri 13 di Semarang digelar di sirkuit nonpermanen di kawasan BSB Mijen Semarang, sementara Sirkuit Mijen milik pemerintah yang sudah diselesaikan pembangunannya pada tahap pertama.

Bahkan, beberapa waktu lalu Sirkuit Mijen pernah dipakai untuk gelaran Trial Game Asphalt (TGA) 2018, yakni gelaran supermoto yang merupakan perpaduan antara "roadrace" dan motocross.

Hendi pun menyampaikan tawaran itu di hadapan pengurus Ikatan motor Indonesia (IMI) dan?Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) yang juga menaungi gelaran MotoGP.

Meski tak secara langsung menunjuk pada even MotoGP, orang nomor satu di Kota Semarang itu mengaku akan mengajukan dulu sirkuit aspal yang dimiliki tersebut layak atau tidak kepada FIM.

"Saya ingin semuanya matang. Kami ajukan dulu sirkuit aspal yang ada ini (Sirkuit Mijen, red.) memadai atau tidak kepada FIM. Nanti, baru kami bisa bicara lebih lanjut," ungkapnya.

Optimisme untuk kembali menggelar even balap berkelas dunia itu, diakui Hendi melihat kesuksesan penyelenggaraan MXGP Seri 13 yang berlangsung 6-8 Juli 2018 di Semarang.

Jumlah penonton yang memadati tiga hari gelaran MXGP 2018 itu, kata dia, diprediksi melebihi 70 ribu orang, atau lebih banyak dari prediksi awal penyelenggara sekitar 50 ribu penonton.

Ajang MXGP 2018 yang berlangsung di Semarang diikuti 22 kroser dari berbagai negara untuk kelas MXGP, kelas MX2 diikuti ?15 kroser, dan dua kelas nasional, yakni IND 250 dan IND 85.

Berlangsung selama tiga hari, para penonton pada hari pertama disuguhi dengan tontonan aksi "freestyler" dunia, hari kedua (7/7) kualifikasi, dan puncaknya, yakni balapan MXGP pada hari ketiga.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar