Ganjar Menghibur Pengungsi Korban Banjir di Klaten dan Wonogiri

id hibur pengungsi

Ganjar Menghibur Pengungsi Korban Banjir di Klaten dan Wonogiri

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (memakai topi BPBD) makan bersama para pengungsi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Klaten serta Wonogiri. (Foto:Humas dan Protokoler Setda Provinsi Jawa Tengah)

Semarang, ANTARA JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghibur para pengungsi korban banjir di Kabupaten Klaten dan korban tanah longsor di Kabupaten Wonogiri, Minggu.

Saat mengunjungi tempat pengungsian di lokasi berbeda tersebut Ganjar melakukan berbagai cara untuk menghibur ribuan pengungsi agar tidak larut dalam kesedihan.

Orang nomor satu di Jateng itu terlihat membagikan kaos dan mainan untuk anak-anak korban pengungsian.

Selain itu, Ganjar juga mendatangi satu persatu pengungsi untuk menanyakan kabar dan memberikan motivasi, serta mengajak para korban untuk makan bersama.

"Wis dimaem bareng-bareng wae kene ya," kata Ganjar sambil mengangkat nampan berisi makanan seperti ketela, kacang, dan buah yang sebenarnya disuguhkan untuk dirinya.

Politikus PDI Perjuangan itu bahkan juga mengajak beberapa nenek berusia 80 tahun untuk menyanyi bersama lagu Garuda Pancasila.

Saat berada di pos pengungsian Desa Melikan Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Ganjar memberikan bantuan berupa uang tunai Rp100 juta dan kebutuhan pokok untuk para pengungsi.

Untuk pengungsi di Kabupaten Wonogiri, Ganjar menyerahkan uang Rp200 juta dan bantuan bahan makanan lainnya serta peralatan memasak.

"Ini (pemberian bantuan, red.) tindakan yang bisa dilakukan saat ini, sambil kami menunggu para ahli yang sudah diterjunkan untuk melakukan pengecekan di lokasi bencana," ujar mantan anggota DPR RI itu.

Saat disinggung mengenai rencana relokasi bagi warga Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Ganjar mengaku masih belum bisa mengambil keputusan karena belum ada hasil dari pengecekan di kondisi lapangan apakah aman untuk dihuni atau tidak.

"Kalau memang tidak aman dan warga mau direlokasi, langsung kami carikan tempat untuk relokasi, namun tidak semudah itu, harus ada proses yang dilalui. Sekarang tim saya sudah bekerja di lokasi-lokasi itu," katanya.

Kondisi bencana yang terjadi saat ini, kata Ganjar, memang di luar prediksi sebelumnya sehingga pihaknya meminta seluruh kepala daerah untuk waspada dan benar-benar melakukan pendataan pada daerah-daerah rawan
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar