"Kalau musim hujan seperti ini, untuk kubis dan tomat mudah terserang penyakit busuk batang," kata Penasihat Kelompok Tani "Sidorejo" Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, di kawasan Gunung Andong Supadi Haryanto di Magelang, Rabu petang.
Serangan penyakit itu terhadap kubis dan tomat terjadi saat tanaman itu berusia antara 30-50 hari. Masa tanam kubis sekitar 80 hari, sedangkan tomat 120 hari.
Ia mengatakan petani setempat pada umumnya sedang menanam dua komoditas hortikultura tersebut dengan usia tanam rata-rata 35-40 hari.
Ia menjelaskan tanaman kubis dan tomat milik petani anggota kelompok tersebut mudah terserang penyakit busuk daun karena komoditas itu mulai ditanam pada akhir musim kemarau beberapa waktu lalu.
"Karena tanaman itu ditanam masih musim kemarau, tanahnya lalu diguyur hujan sehingga terjadi kelembaban tanah yang tinggi sehingga mudah kena panyakit busuk batang," katanya.
Ia mengatakan petani setempat menangani penyakit itu melalui penyemprotan dengan obat-obatan secara lebih intensif, yakni empat atau lima kali setiap tiga hari sekali.
Obat-obatan untuk menangani penyakit tersebut, katanya, relatif mudah diperoleh petani di berbagai toko pertanian di kawasan setempat.
Selain itu, katanya, petani juga menggunakan mulsa untuk menjaga stabilitas kelembaban tanah, khususnya guna mencegah serangan penyakit tersebut.
Ia mengatakan harga kubis di tingkat petani setempat saat ini Rp3.000 per kilogram, sedangkan tomat antara Rp1.500-Rp2.000. Panenan sayuran milik petani setempat dipasok ke sejumlah pasar seperti di Boyolali, Salatiga, Ambarawa, Magelang, dan Muntilan.
"Kalau harga kubis untuk tingkat petani sekarang ini cukup bagus, yang penting tidak di bawah Rp1.000 per kilogram, kalau harga tomat cukup normal," katanya.

