Balittro identifikasi vanili di Kabupaten Temanggung

id vanili, temanggung, balittro

Balittro identifikasi vanili di Kabupaten Temanggung

Pemulia Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Badan Litbang Pertanian Bogor melakukan identifikasi tanaman vanili di Kabupaten Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Badan Litbang Pertanian Bogor melakukan identifikasi tanaman vanili di Kabupaten Temanggung untuk mengetahui varietas vanili di daerah ini.

"Identifikasi vanili untuk mengetahui varietas tanaman yang ada, nantinya bisa dijadikan kebun sumber benih yang akan dilegalkan sesuai aturannya sehingga dapat dijualbelikan," kata pemulia Balittro Endang Hadi Kuntiati di Temanggung, Kamis

Menurut dia legalitas itu untuk menjaga kualitas, bahwa benih itu bagus.

Vanili asal Kabupaten Temanggung dikenal memiliki kualitas unggul dan bisa bersaing dengan komoditas serupa di seluruh dunia. Namun demikian untuk bisa membuktikan kualitas itu harus dilakukan sertifikasi.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan identifikasi vanili milik sejumlah petani di Kabupaten Temanggung. Hasilnya untuk legalitas sumber benih dan telah tersertifikasi sehingga bisa dijualbelikan.

Baca juga: Gandeng Balittro, Temanggung identifikasi vanili lokal

Baca juga: Primadona emas hijau Temanggung mulai menggeliat

Baca juga: Harga vanili stabil Rp2,5 juta/kg


Berdasarkan pengamatan di kebun vanili Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung vanili Temanggung masuk jenis vania (vanili Indonesia) II, yaitu varietas unggul yang telah dilepas Menteri Pertanian tahun 2008.

"Jenis vanili tersebut sangat unggul, bahkan termasuk yang terbaik di dunia dengan produktivitas dan kadar vanilin tinggi.

Petani vanili Desa Wadas Mudahno menturkan sebenarnya pada zaman dulu banyak vanili ditanam di Temanggung, namun lambat laun menghilang karena faktor keamanan banyak dicuri orang, maka petani kemudian enggan menanamnya.

Namun, katanya belakangan ini setelah pemerintah kembali menggalakkan penanaman lagi vanili di Temanggung diiringi pembinaan maka petani bersemangat lagi menanam produk unggulan ini.

"Sejak zaman kakek saya dahulu sudah ada vanili. Akan tetapi, karena rawan pencurian, petani jadi enggan menanam," katanya.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir, dia mulai menanam lagi.

"Biar aman saya tanam di pekarangan rumah karena vanili Temanggung kualitasnya bagus maka harganya tinggi bisa sampai Rp300 ribu per kilogram basah," katanya.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar