WNI eks-Wuhan: Jangan takut berinteraksi dengan kami

id Mahasiswa Eks Wuhan,Pasca observasi Natuna, virus corona, Covid 19, Wuhan

WNI eks-Wuhan:  Jangan takut berinteraksi dengan kami

Hilyatu Millati Rusdiyah (kanan) didampingi oleh suaminya. ANTARA/Aris Wasita

Klaten (ANTARA) - Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan yang selesai menjalani observasi di Natuna pascamerebaknya virus corona atau Covid-19 di Wuhan, China, meminta masyarakat tidak perlu takut untuk berinteraksi dengan mereka.

"Kondisi kami semua dalam keadaan sehat pascaobservasi 14 hari di Natuna. Tidak ada satu pun yang menunjukkan gejala mengidap virus corona," kata salah satu WNI dari Desa Kemalang, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Hilyatu Millati Rusdiyah di Klaten, Senin.

Baca juga: Warga Jateng yang telah jalani observasi di Natuna tidak dapat perlakuan khusus

Mahasiswa yang tengah menjalani studi PhD Administrasi Bisnis di Chongqing University, Kota Chongqing ini mengatakan pascaobservasi tersebut, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan sertifikat atau surat sehat untuk masing-masing peserta observasi sebelum pulang ke keluarga masing-masing.

"Jadi saya mohon masyarakat sekitar tidak perlu takut dengan kami dan juga jangan mengkhawatirkan kedatangan kami karena kondisi kami sehat-sehat saja," katanya.

Baca juga: Ganjar bantu pemulangan warga Jateng pasca-observasi di Natuna

Ia mengatakan usai menjalani observasi tersebut, para WNI tidak lagi membutuhkan pemeriksaan lanjutan karena selama 14 hari tersebut mereka berada di bawah pengawasan tim medis.

"Selama observasi kami juga menjalani pemeriksaan dua kali dalam 1 hari, termasuk pemeriksaan suhu tubuh," katanya.

Sementara itu, terkait dengan program pendidikan yang dijalaninya, wanita berusia 33 tahun yang akrab disapa Milla tersebut saat ini mengikuti program pembelajaran secara "online" atau daring.

"Arahan dari kampus kami diminta di rumah dulu sampai ada pengumuman lanjutan dari kampus masing-masing menuju ke sana. Untuk pembelajarannya kami mengikuti melalui aplikasi yang sudah disediakan oleh pihak kampus," katanya.

Sementara itu, pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Republik Indonesia yang sejak awal terlihat hadir di tengah WNI yang pada saat itu masih terjebak di Wuhan.

Baca juga: Masyarakat Natuna antusiasme lepas 238 WNI dari Wuhan

"Kami merasakan betul pemerintah hadir memantau kami setiap hari. Jadi sebetulnya sejak awal kami yakin, pemerintah akan melakukan proses evakuasi. Setelah menunggu keputusan Presiden, langsung evakuasi dilakukan," katanya.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar