Benteng Portugis dan Candi Angin Jepara bakal dikembangkan

id pemkab jepara kaji, pengembangan benteng portugis, dan candi angin

Benteng Portugis dan Candi Angin Jepara bakal dikembangkan

Pintu masuk Benteng Portugis di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. ANTARA /Akhmad Nazaruddin Lathif

Jepara (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berencana mengkaji pengembangan lebih lanjut pada dua bangunan bersejarah yakni Benteng Portugis dan Candi Angin sebagai destinasi wisata unggulan daerah setempat.

"Dari hasil kajian terhadap dua objek wisata bersejarah tersebut, bisa menjadi dasar bagi kami dalam pengembangan selanjutnya. Misal, apakah perlu dibangun lebih baik lagi atau ada hal-hal yang harus ditonjolkan agar nilai-nilai sejarahnya tetap tampak," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Zamroni Listiaza di Jepara, Jateng, Rabu.

Ia mengungkapkan pengkajian terhadap dua bangunan bersejarah tersebut akan dimulai 2020 karena anggarannya juga diusulkan di APBD 2020.

Baca juga: Candi Angin, Makam Bupati, dan Benteng Portugis diserahkan ke Pemda Jepara

Pengkajian terhadap dua tempat bersejarah tersebut, bakal melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang sudah terbentuk.

"Dari hasil kajian tentunya akan muncul rekomendasi atas kedua bangunan bersejarah tersebut. Misal, Candi Angin apakah perlu dilakukan pemugaran atau seperti apa, demikian halnya untuk Benteng Portugis yang saat ini sudah semakin bagus apakah ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan lagi," ujarnya.

Menurut dia, sejak diserahkannya pengelolaan kedua tempat bersejarah tersebut, maka pemerintah daerah tentunya harus berupaya melakukan pemeliharaan serta pelestarian.

Terlebih lagi, tempat-tempat bersejarah seperti Candi Angin juga bisa menjadi tempat wisata selain pula Benteng Portugis.

Candi Angin lokasinya berada di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, sedangkan Benteng Portugis berada di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Jepara.

Baca juga: Ini cara Desa Tengguli, Jepara promosikan wisata alam

Walaupun Benteng Portugis sudah beberapa kali mengalami pengembangan, Disparbud Jepara tetap akan memberikan perhatian agar daya tarik wisatanya semakin meningkat.

Sementara Candi Angin hingga kini masih dalam penelitian oleh Tim Arkeologi Balar untuk mengungkap latar belakang berdirinya situs Candi Angin, termasuk tahun pembangunannya.

Candi Angin diduga merupakan situs yang dibangun di zaman Majapahit akhir, yang diduga dibangun oleh penganut Hindu atau Buddha.

Candi Angin tersebut, memiliki tiga situs yang diduga memiliki hubungan satu dengan lainnya, yakni situs Candi Aso, Candi Bubrah dan Candi Angin itu sendiri. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar