Bidan asal Papua ikuti pelatihan APN di IBI Magelang

id Bidan Papua pelatihan asuhan persalinan normal

Bidan asal Papua ikuti pelatihan APN di IBI Magelang

Seorang instruktur memberikan contoh pertolongan pada bayi resositasi dalam pelatihan asuhan persalinan normal (APN) di Kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Magelang. (Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - Sebanyak 11 bidan asal Kabupaten Boven Digoel, Papua, mengikuti pelatihan asuhan persalinan normal (APN) di Kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Wakil Ketua Pusat Pelatihan Klinik Primer (P2KP) IBI Kabupaten Magelang Sri Kuswanti di Magelang, Selasa mengatakan total peserta pelatihan APN kali ini sebanyak 16 orang, 11 orang di antaranya dari Papua.

Ia mengatakan pelatihan ini tujuannya untuk memberikan kompetensi kepada para bidan dalam memberikan asuhan persalinan yang tidak banyak intervensi sehingga keselamatan ibu dan bayi yang menjadi tujuan utama.

"Kami sudah sering melakukan pelatihan seperti ini dan diikuti bidan dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa, namun peserta dari Papua baru kali ini," katanya.

Baca juga: Bidan dan Puskesmas berikan layanan peserta JKN-KIS

Ia menuturkan, sebelumnya memang sudah ada kerja sama, antara P2KP Kabupaten Magelang dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel.

Ia menyampaikan pelatihan berlangsung selama 10 hari, lima hari penyampaian teori dan demo di kelas dan lima hari di lapangan atau satelit, yakni di bidan praktik mandiri.

"Mereka akan mencari kasus-kasus persalinan, mencari cara menolong persalinan sebagai aplikasi dari teori yang kami sampaikan di kelas," katanya.

Menurut dia persalinan di Papua untuk beralih ke tanaga yang kompeten masih susah, mereka yang akan bersalin dibuatkan rumah sendiri oleh keluarganya, artinya rumah induk itu tidak boleh dipakai untuk persalinan.

"Untuk mendatangkan ibu hamil yang mau persalinan di bidan atau tenaga kesehatan, maka pemerintah menyediakan paket, mereka yang mau datang mendapat paket, baik untuk ibunya maupun bayinya.

Kuswanti menyampaikan bagi bidan yang mau melakukan pelayanan harus melalui pelatihan untuk mendapatkan sertifikat kempetensi.

"Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi," katanya.

Baca juga: AKI meningkat, Pemkab Batang terjunkan bidan ke desa-desa
Baca juga: Bidan Diminta Berperan Aktif Turunkan AKI
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar