Belasan desa Batang deklarasikan pilkades tanpa praktik politik uang

id Pilkades tanpa politik uang, di Batang

Belasan desa Batang deklarasikan pilkades tanpa praktik politik uang

Bupati Batang Wihaji bersama Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga melakukan road show kegiatan pilkades serentak bermartabat dan tanpa politik uang. (ANTARA/Kutnadi)

Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar agar ke depan tercipta kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi
Batang (ANTARA) - Sebanyak 18 desa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendeklarasikan Pemilihan Kepala Desa Serentak yang akan dilaksanakan pada 29 September 2019 tanpa menggunakan politik uang untuk meraih dukungan dari masyarakat.

Bupati Batang Wihaji di Batang, Senin, mengatakan bahwa pemkab mengapresiasi terhadap para calon kepala desa (cakades) yang telah mendeklarasikan pilkades yang bermartabat dan tanpa menggunakan politik uang.

"Saya berharap pelaksanaan pilkades serentak dapat menyenangkan dan tanpa politik uang untuk kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warga desa," katanya.

Baca juga: Panitia Pilkades di Kudus ditargetkan selesai September

Ia mengatakan pemkab akan terus melakukan gerakan moral pilkades bermatrtabat dan beradab pada 206 desa.

Gerakan moral atau pilkades tanpa politik uang itu, kata dia, akan terus dilaksanakan di 206 desa dari 15 kecamatan dengan menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades, dan badan perwakilan desa desa (BPD), serta tokoh masyarakat desa.

"Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar agar ke depan tercipta kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi," tuturnya.

Ia mengatakan bertambahnya desa yang melaksanakan pilkades tanpa menggunakan politik uang akan menunjukkan adanya pemahaman dan pendewasaan masyarakat dalam berpolitik.

Baca juga: 378 calon kades di Jepara ikrarkan pilkades damai

Kepala desa, kata dia, bukan pejabat politik tetapi proses pemilihanya secara politik yang dipilih langsung oleh rakyat.

"Oleh karena, kami menjanjikan akan memberikan bantuan keuangan desa sebesar Rp100 juta hingga Rp200 juta bagi desa yang melaksanakan pilkades tanpa menggunakan cara politik uang," tegasnya.

Ia mengingatkan biaya politik yang tinggi akan mengubah niatan baik kepala desa terpilih untuk mengembalikan modalnya sehingga apabila hal itu terjadi maka rakyat yang akan dirugikan dan tidak mungkin kesejahteraan akan terbangun.

"Semangat kita yaitu rasa memiliki terhadap Kabupaten Batang sehingga gerakan moral pilkades bermartabat dan beradab tanpa politik uang harus dilaksanakan dengan baik," katanya.

Baca juga: Forkompinda Batang dorong pilkades bermartabat
Baca juga: Polres Batang terjunkan tim khusus antisipasi "botoh"
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar