ACT-MRI bagikan 330 paket beras di TPA Jatibarang Semarang

id ACT MRI

ACT-MRI bagikan 330 paket beras di TPA Jatibarang Semarang

Sejumlah sukarelawan ACT dan MRI menyalurkan bantuan berupa paket beras di kawasan TPA Jatibarang, Semarang. (Foto: dokumentasi ACT)

Semarang (ANTARA) - Sukarelawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) membagikan 330 paket beras kepada kaum duafa yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin.

Ratusan paket beras dengan berat total mencapai 1.650 kilogram itu dibagikan secara merata kepada para penerima manfaat berdasarkan pendataan yang telah dilakukan oleh tim ACT-MRI sebelumnya.

Kali ini, para penerima manfaat bantuan dari ACT-MRI adalah masyarakat kurang mampu yang berprofesi sebagai pemulung di kawasan TPA Jatibarang Semarang.

Kepala Program ACT Jawa Tengah Giyanto menjelaskan bahwa bantuan paket beras ini secara reguler diimplementasikan, terutama dalam rangka menyambut bulan Ramadhan

"Program paket beras untuk fakir miskin dan masyarakat pra sejahtera mulai kita giatkan dari sekarang sampai nanti bulan Ramadhan," katanya.

Tim ACT-MRI, lanjut dia, membagikan bantuan paket beras langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga atau ke area TPA Jatibarang.

Selain pembagian ratusan paket beras, masyarakat juga diajak untuk mempersiapkan diri dengan meningkatkan amal ibadah menjelang bulan Ramadhan.

"Melalui program ini, kami juga bertanggungjawab untuk memberikan tausiyah serta ajakan agar masyarakat meningkatkan amal ibadah menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari lagi," ujarnya.

Sementara itu, Suprapto selaku pengelola TPA Jatibarang Semarang mengapresiasi pemberian bantuan berupa paket beras oleh para sukarelawan ACT-MRI.

"Terima kasih kepada tim ACT Jateng dan para donatur yang setiap tahunnya datang ke Jatibarang untuk memberikan bantuan," katanya.

Ia menyebutkan TPA Jatibarang itu menerima kiriman sampah sampai 800 ton setiap harinya dari berbagai daerah di Kota Semarang.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar